Pesan Arcandra Saat Memberikan Kuliah Umum di Padang

Author : Yusuf Dibuat : Feb 12, 2018

Pesan Arcandra Saat Memberikan Kuliah Umum di Padang
Listrik Indonesia, Padang | Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi suatu hal yang mutlak diperisapkan oleh semua perusahan. Pasalnya kualitas SDM sangat menentukan prusahaan tersebut untuk berkembang besar, untuk itu pengembangan SDM dimulai sedini mungkin agar perusahaan tersebut tidak collaps.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar,  kemampuan, kompetensi dan tenaga ahli SDM sedini mungkin harus dipersiapkan, sebab jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka di era persaingan global ini SDM Indonesia hanya akan menjadi penonton.

Dalam kunjungannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Arcandra mengatakan, SDM harus ditingkatkan kemampuannya sebelum melangkah kedepan dan jangan menyalahkan peraturan-peraturan yang sudah ada. Peningkatan kemampuan juga diperlukan dalam bernegosiasi, karena pada saat bernegosiasi kemampuan SDM menjadi kunci keberhasilan dan membuat kedua belah pihak menjadi sejajar.

"Kita sekarang hidup di jaman milenial, persaingan itu sangat terbuka, kalau kita hanya mengandalkan kemampuan yang dangkal, maka suatu saat ada kemungkinan orang lain akan mendapatkan lebih daripada yang anda dapatkan. Menjadi manusia jangan pasif, harus aktif, berbuat lebih baik untuk mencari hal-hal baru yang bisa menjadikan manfaat di hari-hari esok,” jelas Arcandra saat memberikan kuliah umum, akhir lalu, di Padang, Sumbar.

Dikutip laman esdm.go.id, Arcandra memberi gambaran di depan para peserta kuliah umum, SDM dengan pembalap memerlukan skill dan kemampuan kelas dunia untuk menjuarai ajang ‘formula 1’. “Kita harus berusaha meningkatkan kemampuan diri, kompetensi, dan bekal pengalaman kerja yang memadai, sehingga dapat menjadi "pembalap" kelas dunia bukan hanya kelas lokal, karena persaingan global secara bebas itu sudah tidak terbendung lagi,” terang Arcandra.

Lebih jauh ia mengungkapkan, peningkatan kemampuan SDM mutlak untuk dilakukan ditengah persaingan global dunia yang tidak dapat dihentikan, hal tersebut dilakukan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan yang berlangsung, terlebih lagi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 Megawatt yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
 
“Jangan berpikir untuk menjadi pembalap kelas komplek, carilah sarana-sarana, carilah tempat-tempat arena balap yang bisa menjadikan kita pembalap formula 1,” tandasnya.(RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top