PLN Lakukan Perjanjian Jual Beli Listrik di Dua PLTGU

Author : Franki Dibuat : Apr 10, 2017

PLN Lakukan Perjanjian Jual Beli Listrik di Dua PLTGU
(Foto Dok. PLN)
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) telah menandatangani kontrak jika beli listrik swasta (Power Purchase Agreement/PPA) dengan dua perusahaan, yakni PT Medco Ratch Power Riau untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 Megawatt (MW) dan PT Minahasa Cahaya Lestari untuk pembangunan PLTU Sulut-3 kapasitas 2 x 50 MW. 

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir menandatangi kedua PPA tersebut bersama para Direktur perusahaan pengembang proyek di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (07/04).

Sofyan mengatakan, setelah PPA ditandatangani, masing-masing perusahaan harus mendapatkan pendanaan proyek dalam jangka waktu maksimum 12 bulan sejak tanggal efektif PPA.

"Pengembangan kedua proyek ini, dilakukan dengan skema tanpa adanya penjaminan pemerintah Indonesia. Sehingga pembiayaan kedua proyek ini mengandalkan ekuitas perusahaan sendiri dan pinjaman dari dalam maupun luar negeri," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti yang diberitakan Sabtu (08/04).

Menurutnya, biaya investasi PLTGU Riau mencapai US$ 300 juta, yang akan dibangun di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. "Pekerjaan konstruksi termasuk pembangunan fasilitas pipa gas sepanjang 43 kilometer dan jaringan transmisi diperkirakan memakan waktu sekitar 36 bulan dan dijadwalkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2021 mendatang. Energi listrik yang dibangkitkan setiap tahunnya sebesar 1.446 GWh, dan akan disalurkan ke Sistem Ketenagalistrikan Sumatera Bagian Tengah dan Selatan melalui jaringan transmisi 150 kV (SUTT) ke GI 150 kV Tenayan dan GI 150 kV Teluk Lembu milik PLN," ungkap Sofyan.

Sementara, PLTU Sulut-3 akan dibangun di Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Investasi pembangunan pembangkit ini mencapai US$215 juta untuk membangun konstruksi dan jaringan transmisi 7 kilo meter selama 39 bulan. COD pembangkit dijadwalkan pada pertengahan 2020. "Listik dari PLTU ini akan disalurkan ke sistem kelistrikan Suluttenggo dengan jaringan 150 kV dan GI 150 kV Kema sebesar 700 GWh per tahun," bebernya.

Secara keekonomian, lanjut Sofyan, PLTGU Riau layak untuk dibangun, mengingat perbandingan harga jual beli tenaga listriknya dengan BPP (Biaya Pokok Penyediaan) pembangkitan sistem ketenagalistrikan setempat pada 2016 adalah sekitar 64%. "Proyek ini nantinya dapat memberikan potensi penghematan untuk PLN sekitar Rp 700 Milyar per tahun," imbuhnya.

Demikian juga dengan PLTU Sulut-3, sambung Sofyan, selain layak untuk dibangun dengan membandingkan harga jual beli dibandingkan dengan BPP setempat, proyek ini juga akan memberikan potensi penghematan sekitar Rp 422 miliar per-tahun.

Sekadar informasi, PT Medco Ratch Power Riau merupakan perusahaan Special Purpose Company (SPC) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Medco Power Indonesia (dengan kepemilikan saham 51%) dan Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL (dengan kepemilikan saham 49%), yang telah dinyatakan sebagai pemenang proses pengadaan untuk proyek PLTGU Riau. Sedangkan, PT Minahasa Cahaya Lestari merupakan perusahaan SPC yang dibentuk oleh para sponsor yaitu PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (dengan porsi saham 90%) melalui anak perusahaannya yaitu PT Toba Bara Energi dan Sinohydro Corporation Limited (dengan porsi saham 10%) yang dikhususkan untuk mengembangkan proyek PLTU Sulut-3. (RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top