PLN Perkuat Kelistrikan Kepulauan Riau, Sekaligus Dukung Sektor Wisata

Author : Franki Dibuat : Mar 5, 2018

PLN Perkuat Kelistrikan Kepulauan Riau, Sekaligus Dukung Sektor Wisata
Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) terus berupaya melistriki wilayah, desa atau kepulauan di seluruh wilayah Tanah Air, terutama yang belum terlistriki dan ataupun sudah terlistriki tapi rasio elektrifikasinya belum sempurna.

Untuk itu, PLN membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan Riau dengan berkapasitas total mencapai 45.500 Kilo Watt (KW).

Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, PLTD tersebut berlokasi di beberapa titik, salah satunya di Kabupaten Natuna, dengan total kapasitas sebesar 13.500 kW. Selanjutnya Kabupaten Bintan 700 kW; Kabupaten Karimun 20.500 kW ; Kabupaten Anambas 2.600 kW dan Kabupaten Lingga 8.200 kW.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu PLN telah meresmikan penambahan sebanyak 17 mesin diesel dengan kapasitas total sekitar 17.000 kW yang berlokasi di PLTD Bukit Carok, Pulau Karimun, Kabupaten Karimun.

Menurut Wiluyo, masuknya mesin PLTD ini menambah kapasitas daya mampu Pulau Karimun menjadi 42.000 kW, dengan beban puncak 25.500 KW. Maka ada cadangan daya sebesar 16.500 KW.

Dikatakan olehnya, Pulau Karimun merupakan salah satu pulau terluar (Isolated Island) yang terletak di Kepulauan Riau. Isolated island merupakan sebutan bagi pulau yang terisolasi dari interkoneksi sistem kelistrikan. Maka dari itu, untuk memasok listrik di Pulau Karimun tersebut, BUMN Listrik sperlu membangun PLTD Tersebar.

Proyek PLTD Tersebar sendiri mempunyai tujuan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Sehingga keandalan pasokan listrik dan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau terus meningkat. Tentunya, hal ini sangat penting, sebab Kepri terdiri dari banyak pulau. Jadi, di Kepri akan sangat sulit jika dibangun sebuah sistem kelistrikan yang interkoneksi antar pulau.

"Solusi untuk melistriki pulau-pulau terpencil dan terisolir adalah membangun sistem kelistrikan isolated. Di mana setiap pulau dibangun pembangkit berkapasitas tertentu untuk mendukung kelistrikan di pulau tersebut. Dengan harapan, dapat mendorong sektor pariwisata, dan akhirnya menarik investasi," ungkap Wiluyo melalui keterangan tertulisnya akhir pekan lalu, (05/03).

"Ini kan daerah kepulauan. Jadi saat ini kami menyiapkan kapasitas listrik atau mesinnya dulu sambil paralel menarik jaringan listrik ke pulau-pulau tersebut," tambah Wiluyo.

Pasokan listrik nasional, dikatakan Wiluyi, saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi, khususnya di Kepulauan Riau. Ia mengatakan, beberapa pulau besar memiliki cadangan di atas 70%.

Ia mengungkapkan, saat ini daya mampu sistem Bintan sebesar 211 Megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 75 MW. Hal ini didukung dengan sistem interkoneksi Batam-Bintan dan jaringan tegangan tinggi 150 kV yang membentang hingga Kijang, cadangan listrik Bintan sebanyak 136 MW.

"Jumlah ini cukup untuk mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong sektor pariwisata," katanya.

Untuk itu, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, PLN siap melistriki kawasan-kawasan industri yang selama ini belum siap menyediakan pembangkit listrik.

"Dalam waktu dekat, kami (PLN) akan merealisasikan pembangunan pembangkit baru di Bintan sebesar 30 MW dan meningkatkan kapasitas trafo di Gardu Induk Air Raja sebesar 60 Mega Volt Ampere (MVA) untuk memperkuat listrik di Tanjung Pinang," paparnya.

Sehingga ke depan, pihaknya akan membangun kabel laut 20 kV di pulau-pulau sekitar Batam, Bintan dan Dabo.

"Kami mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga proyek menjahit pulau dapat selesai tepat waktu," ujarnya.

Sekadar informasi, dalam pembangunan pembangunan 17 mesin PLTD Bukit Carok di PLTU Karimun ini, sedikitnya PLN menanamkan investasi berjumlah Rp 721 miliar, sehingga total kapasitas PLTD ini menjadi yang terbesar di Indonesia.  (RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top