PLN Perkuat Pasokan Asian Games 2018 dan Kepulauan Seribu

Author : Franki Dibuat : Mar 19, 2018

PLN Perkuat Pasokan Asian Games 2018 dan Kepulauan Seribu
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) melalui Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menyatakan, akan menjaga keandalan pasokan listriknya dalam menyambut event olahraga terbesar se-Asia yakni Asian Games 2018 di Jakarta.

Menurut General Manager PLN Disjaya, M. Ikshan Asaad, pasokan listrik yang andal menjadi faktor penting pendukung kelancaran ajang olahraga Asian Games 2018 ini.

Untuk itu, lanjut Ikshan, dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik untuk Asian Games, pihaknya telah meningkatkan segala infrastruktur yang dibutuhkan.

"Pemerintah tidak perlu khawatir, PLN tengah mempersiapkan pasokan kelistrikan yang andal bagi venue-venue pertandingan dengan sistem pengamanan setidaknya tiga lapis," jelasnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, akhir pekan lalu, (19/03).

Dikatakan oleh Iksan, listrik yang akan memasok kebutuhan Ajang Asian Games ini tidak hanya dipasok dari satu sumber pembangkit, melain kan lebih dari satu.

Selain itu, pihaknya juga telah menyediakan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebanyak enam (6) buah dengan kapasitas masing-masing sebesar 500 kilo Volt Ampere (kVA), dan 30 buah dengan kapasitas masing-masing 30 kVA.

"Dengan sistem berlapis seperti itu, kedip pun tidak akan terjadi," ungkapnya.
 
Tak hanya memperkuat keandalan pasokan listrik saat Asian Games 2018, PLN Disjaya juga akan menambah pasokan listrik di Kepulauan Seribu melalui kabel bawah laut. Hal tersebut menyusul adanya permintaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, karena pulau tersebut akan dijadikan salah satu destinasi wisata di Jakarta saat pergelaran Asian Games 2018 berlangsung.

"Kabel laut yang ada saat ini akan diperbarui, sehingga pasokan listrik tidak sering mengalami gangguan. Kami juga akan mem-back-up kabel milik pemda setempat yang ada di sana. Dan kami minta izin agar dapat diberikan lahan gardu, supaya dapat menambah keandalan pasokan listrik kepulauan seribu, sebab, gardu yang ada saat ini sudah tua dan banyak mengalami kerusakan," terang Ikshan.

Selain penggantian kabel dan penambahan gardu, pihaknya juga memperhatikan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk pasokan listrik di kawasan pulau terluar Kepulauan Seribu.

"PLN tengah menjajaki pemasangan instalasi energi listrik bertenaga surya di Pulau Sebira. Sebaiknya tidak lagi menggunakan genset, karena akan mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan biaya yang terlalu tinggi," ungkap Ikshan. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top