PLN Pusertif Tingkatkan Pelayanan Sektor Kelistrikan

Author : Franki Dibuat : Nov 21, 2017

PLN Pusertif Tingkatkan Pelayanan Sektor Kelistrikan
General Manager PLN Pusertif, Heru Sriwidodo.
Listrik Indonesia | Untuk pertama kalinya, Pusat Sertifikasi (Pusertif) PT PLN (Persero) merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan mengangkat tema "Total Solution menerangi negeri dan mendukung pemasaran agresif PLN", ini bertujuan untuk memberikan berbagai informasi, edukasi dan publikasi tentang produk layanan atau pemasaran kepada publik internal dan publik eksternal.

Selain itu juga lebih meningkatkan sistem dari hulu ke hilir, di mana amanah yang diberikan dari korporat PLN bisa dilaksanakan dengan baik dan disamping untuk internalisasi terhadap stakeholder yang lain, ini juga untuk mendukung kualitas keandalan siatem kelistrikan yang ditugaskan PLN kepada PLN Pusertif. "Tidak hanya PLN, badan usaha lain yang berkepentingan bisa menggunakan jasa PLN Pusertif," ungkap General Manager PLN Pusertif Heru Sriwidodo, saat ditemui listrikindonesia.com di PLN Pusertif, Jakarta (21/11).

Ia menambahkan, sebagai bentuk eksistensi PLN Pusat Sertifikasi dalam perannya mendukung PT PLN dalam mencapai visi perusahaan yakni diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada
potensi insani.

"Untuk mendukung PLN dalam upaya menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai, selain itu memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas," jelas Heru.

Dirinya menjelaskan, peran PLN Pusertif yakni untuk mengawal keandalan, kualitas dan kecepatan PLN dalam melayani kelistrikan dalam negeri. Pihaknya juga meminta dukungan kepada seluruh stakeholder dan perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di dalam sektor kelistrikan, sebab kedepan PLN Pusertif akan mempunyai tantangan yang lebih besar lagi.

"Di mana nantinya Pusertif mendapatkan tugas dari PLN untuk mengawal proyek quality, dari mulai proyek itu akan berdiri sampai beroperasi," lanjutnya.

"Kalau kita rasakan listrik itu sudah menjadi kebutuhan kita sehari-hari, mulai dari bangun tidur, mau tidur, sampai tidurpun kita masih ditemani listrik," sambung Heru.

Luncurkan Aplikasi Untuk Memudahkan Pegawai
Selain itu, pihaknya juga melakukan peluncuran tiga aplikasi, adapun aplikasinya yakni, pertama I-Transport, kedua I-Remburst, dan ketiga I-Dassbort.

"Di mana aplikasi I-Transport ini ditujukan untuk membantu mobilisasi para pegawai dalam melakukan pekerjaan menjadi mudah," ungkapnya.

Sementara untuk aplikasi I-Remburst ini diperuntukkan untuk anggaran-anggaran yang mungkin dibutuhkan dalam operasional, sehingga lebih mudah dalam pemantauan, pemenuhan dan pertanggung jawaban.

"Selanjutnya yakni I-Dassbort yakni bagaimana kita dapat melihat peta pelayan kita diseluruh Indonesia, mulai dari proses inspeksi, proses SNO, pengerahan mobilisasi expertise (keahlian). Kita bisa mobilisasi San disitu kelihatan jadwalnya dan lebih proaktif dalam kecepatan, pelayanan dan dukungan teknik," jelasnya.

Jika ada kendala-kendala di lapangan expertise di kantor pusat bisa komunikasi, dan kemudian juga data base yang ada bisa diolah, sehingga dapat meningkatkan quality, pelayanan, kecepatan dalam pemenuhan standarisasi.

Dengan program 35.000 Megawatt (MW) ini khususnya, sangat diperlukan dukungan dari segi jumlah Sumber Daya Mineral (SDM). "Kita harus mobilisasi, kemudian kita bermitra dengan badan usaha pendukung, PLN Group, hal tersebut semata-mata untuk menyukseskan program 35.000 MW tersebut," papar Heru.

Selain itu, untuk mendukung pemasaran PLN, agar proses sertifikasi kelaikan operasi itu bisa cepat, dan pelayanan terhadap masyarakat bisa cepat, pihaknya menargetkan material yang digunakan sebelumnya sudah melalui tahapan laik operasi.

"Target tahun depan, mulai dari material yang digunakan pada saat riset kontruksi itu sudah mulai masuk, diberi tugas untuk bertanggung jawab pada quality, kemudian proyek itu jadi dan sampai dengan operasi," jelasnya.

"Kita memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada korporat untuk perbaikan kedepan, baik di sisi efektivitas, kecepatan, dan kualitas. Kualitas proyek, sistem kelistrikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi, kemudian produk-produk kelistrikan SNI maupun produk yang akan digunakan oleh PLN, dan itu semua kita lakukan sertifikasi," imbuhnya.

Semua aplikasi berbasis (online), sebab ini selaras dengan programnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK), yang mana DJK prosesnya juga sudah online. "Jadi kita nge-link dengannya, untuk mempermudah dalam pelayanan," ucap Heru.

Lebih jauh dirinya menyatakan harapannya, yang pertama yakni mobilisasi SDM, selain itu kesiapan kompetensinya. "Selanjutnya kesiapan dengan stakeholders atau mitra, kemudian dengan PLN Group bekerja sama untuk pemantauan kualitas maupun kecepatan pelayanan sertifikasi," tandasnya.  (RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top