PLTP Sarulla Unit III Beroperasi, ESDM: Lebih Cepat Dari Target

Author : Franki Dibuat : May 11, 2018

PLTP Sarulla Unit III Beroperasi, ESDM: Lebih Cepat Dari Target
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Unit III Sarulla medio Mei 2018 ini sudah beroperasi penuh. Sehingga hal ini menambah kapasitas pembangkit dari 306 Megawatt (MW) menjadi 330 MW.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, keberadaan PLTP Sarulla dapat mengurangi defisit listrik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Dengan beroperasinya PLTP Sarulla Unit III ini, lanjut Agung, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia sampai saat ini sebesar 1.948,5 MW, sekaligus menempatkan Indonesia di posisi kedua terbesar dunia penghasil listrik tenaga panas bumi setelah Amerika Serikat (AS).

“Operasi komersil PLTP sarulla Unit III lebih cepat dari perkiraan yakni pada Kuartal II Tahun 2018. Sedangkan untuk operasional komersial Unit Pertama dan kedua (Unit I dan II) sudah dimulai sejak tanggal 18 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017 lalu. Dengan beroperasi penuh diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi 2,1 juta rumah tangga Indonesia,” ungkapnya, beberapa waktu lalu di Jakarta, seperti yang dituliskan (11/05).

“Kami senang sekali dengan beroperasi penuhnya PLTP Sarulla ini , membuat ketahanan energi kita akan lebih baik, sekarang sudah mencapai 1.948,5 MW, kami harapkan di tahun 2018 kita bisa menambah 110 MW lagi dari 4 PLTP,” sambungnya.

Sekadar informasi, PLTP Sarulla ini merupakan proyek pembangkit listrik panas bumi dengan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) tunggal terbesar di dunia telah dimulai konstruksinya pada 2014 silam. Produksi listriknya untuk dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN/Persero) dengan jangka waktu 30 tahun.

Proyek tersebut dibangun oleh konsorsium Medco Power Indonesia, ITOCHU Corporation, Kyushu Electric Power Co., INPEX, dan Ormat Technologies, dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP).  (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top