PLTU Cirebon Unit 2 COD 2020 Menelan Investasi US$2,2 M

Author : Franki Dibuat : Apr 21, 2017

PLTU Cirebon Unit 2 COD 2020 Menelan Investasi US$2,2 M
Mudjianto, Assistant to Site Representative PT CEPR (Foto: Ari Miradi)
Listrik Indonesia | Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon Unit 2 kapasitas 1x1.000 Megawatt (MW) ditargetkan bisa Commercial Operating Date (COD) pada 2020 mendatang.

Assistant to Site Representative PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR) Mudjianto mengatakan, pembangunan PLTU Unit 2 dibangun di tanah seluas 205 hektare (ha), 195 ha diantaranya milik KLHK dan selebihnya milik CEPR.

“Untuk pembangunan PLTU 1x1.000 MW dibutuhkan lahan sekitar  45 ha, lalu sisanya CEPR berencana ke depan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan PLTU 2x.1000 MW lagi. Sehingga ke depan akan ada PLTU Unit 4 dan 5 2x1.000 MW, tapi prosesnya masih panjang, belum ada negosiasi dengan pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero),” kata Mudjianto kepada Listrik Indonesia beberapa waktu lalu, Jum’at (21/04).

Ia menambahkan, sementara yang sudah masuk ke PLN yakni PLTU Unit 2 kapasitas 1x1.000 MW, dan yang masih awal yakni PLTU Unit 3 kapasitas 660 MW disamping Unit 1. “Tanah Unit 1 terbatas kanan kirinya atau barat timurnya dibatasi oleh dua sungai, sehingga untuk kapasitas 1.000 MW enggak cukup,” tambahnya.

Sementara, Direktur PT Cirebon Energi Prasarana Heru Dewanto dalam rilisnya mengatakan, dana untuk pembangunan PLTU Unit 2 berasal dari bang internasional seperti Korea Selatan dan Jepang. “Nilai pembangunan PLTU tersebut sekitar US$ 2,2 miliar. Semua ada pinjaman luar negeri dan modal dasar atau modal disetor. Jadi loan (pinjaman) sekitar 75%, equity-nya sekitar 25%,” terang Heru.

Dalam pembangunan PLTU Unit 2, pihaknya menerapkan teknologi ultra supercritical boiler, di mana batu bara yang digunakan yakni dengan kalori rendah (low calory value), pada Unit 1 menggunakan teknologi supercritical. “Kita menggunakan teknologi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan menggunakan batu bara rendah kalori listrik yang dihasilkan sama dengan sebelumnya, sehingga dapat menekan biaya produksi,” ungkapnya.

Lebih jauh Heru mengungkapkan, di Indonesia baru ada dua unit pembangkit listrik yang menggunakan teknologi batu bara bersih, salah satunya yakni PLTU Cirebon, sementara yang lain belum memakainya. Artinya, dari segi lingkungan PLTU Cirebon sudah tidak ada masalah. (GF)

Tags : News
Terakhir disunting : Apr 21, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top