Polri Siap Amankan Obyek Vital PGN di Lampung

Author : Franki Dibuat : Aug 3, 2018

Polri Siap Amankan Obyek Vital PGN di Lampung
Listrik Indonesia | PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sepakat untuk menjaga dan mengamankan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) yang ada di Provinsi Lampung. Hal tersebut disampaikan Wendi Purwanto, Sales Area Head PGN Lampung, saat menandatangani perjanjian kontrak kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Lampung.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala Divisi HSSE Veronica Yula Wardani dan Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto, Wakapolda Lampung Brigjen (Pol) Angesta Romano Yoyol, Karokerma Kementerian/Lembaga Polri Brigjen Widiyarso Heri Wibowo, beserta sejumlah jajaran pejabat Kapolres dan Kapolsek di wilayah kerja Polda Lampung.

Wendi mengungkapkan, kerja sama dengan Polri ini diharapkan dapat terjalin dengan baik, dan sebagai upaya untuk mengamankan aset PGN yang berada di Provinsi Lampung, terutama yang termasuk dalam kategori Obvitnas.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami mendapat jaminan pengamanan dari adanya potensi gangguan keamanan terhadap kegiatan-kegiatan penyaluran gas bumi, khususnya di area Lampung,” ungkap Wendi, kemarin di Hotel Novotel, Lampung, seperti yang ditulis (02/08).

Ia menambahkan, PGN memulai pembangunan pipa di provinsi tersebut dari tahun 2014 dan beroperasi Januari 2015 silam, total pipa distribusi PGN di Provinsi Lampung ada sekitar 97 km, yang melindang dari Labuhan Maringgai-Bandar Lampung.

“Sampai saat ini, PGN memiliki sebanyak 10.321 pelanggan rumah tangga serta 22 pelanggan industri dan komersial yang terdiri dari satu pembangkit PT PLN (Persero), 3 hotel, 1 SPBG, dan 18 pelanggan industri,” jelasnya.

Menurutnya, Obvitnas yang perlu mendapat pengamanan, sebab rawan terjadi kebocoran yang menyebabkan ledakan sampai terbakar. Ia melanjutkan, seperti jaringan transmisi gas dari Sumatera Selatan dan jaringan distribusi sebanyak 4 unit dengan kapasitas 780 juta kaki kubik per hari.

“Ini perlu mendapat pengamanan ketat karena obyek vital ini rawan kejadian seperti ledakan atau terbakar,” papar Wendi.

Secara terpisah, Karokerma KL Polri Brigjen (Pol) Widiyarso Heri Wibowo mengungkapkan, dalam perjanjian kerjasama yang dilakukan PGN-Polri ini memiliki kontrak selama sekitar lima tahun.

“Ini selama lima tahun kita mengamankannya. Kerjasama dengan PGN ini bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah yang ke sekian kalinya, bahkan bukan dengan PGN saja tapi dengan seluruh BUMN,” katanya saat dihubungi listrikindonesia.com.

Heri menambahkan, tidak hanya dengan PGN, Polri juga bekerjasama dengan seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) di Pemerintahan, guna mengamani asset yang dimilikinya agar terhindar dari tindak kejahatan dan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

Adapun ruang lingkup yang dilakukan Polri meliputi, penegakan hukum, bantuan keamanan terhadap objek vital tersebut, pengembangan kapasitas dan pelatihan, dan lain sebagainya.

“Lingkupnya adalah bantuan keamanan, penegakan hukum, pelatihan dan lain-lain,” tandasnya. (Rg/f)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top