PPA EBT 23 Negara Naik 40 Persen

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Feb 25, 2020

PPA EBT 23 Negara Naik 40 Persen

Listrik Indonesia | Perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) untuk energi bersih, baru dan terbarukan (EBT) di 23 negara pada 2019, mengalami kenaikan sebesar 40 persen dibandingkan tahun 2018.

 

Demikian hasil penelitian dari BloombergNEF (BNEF) dalam kajian “Corporate Energy Market Outlook Semester I 2020”.  Menurut penelitian BNEF tersebut,  PPA pembangkit bersih tersebut mencapai 19,5 GW yang ditandatangani oleh lebih 100 perusahaan di 23 negara berbeda sepanjang 2019 lalu.  Kapasitasnya naik dari sebesar 13,6GW pada 2018, dan juga naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 2017 lalu. 

 

PPA yang ditandatangani setara dengan lebih dari 10% dari semua kapasitas energi terbarukan  secara global tahun lalu. Proyek-proyek pembangunan pembangkit EBT tersebut kemungkinan akan menelan biaya sekitar US$ 20 miliar dan US$ 30 miliar untuk pengembangan dan pembangunannya.

 

Analis keberlanjutan utama BNEF Jonas Rooze mengatakan, sejak 2008 perusahaan-perusahaan tersebut telah membeli lebih dari 50 GW energi bersih. Jonas mengatakan, kapasitas tersebut  lebih besar dari pembangkit listrik untuk pasar di Vietnam ataupun Polandia. Dan, pembelian tersebut membentuk kembali pasar energi dan model bisnis perusahaan energi di seluruh dunia. (AB)


Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top