Produsen Lokal Harus Lebih Dilirik

Author : Franki Dibuat : Jul 19, 2018

Produsen Lokal Harus Lebih Dilirik
Listrik Indonesia | Merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah, sejumlah perwakilan dari asosiasi produsen kelistrikan lokal menyampaikan keluhannya, pada forum diskusi yang digelar oleh Kementerian Perindustrian. Forum yang bertajuk Meningkatkan Daya Saing Industri Dalam Negeri di Bidang Ketenagalistrikan, diselenggarakan di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Kamis,(19/7).

Henkie Leo, Ketua Umum Indonesia Boiler and Turbin Association (IBTA), menyampaikan keluhanya sebagai perwakilan industri boiler dan turbin lokal. Pada program 35 GW kelistrikan yang digagas pemerintah, anggotanya sebagai produsen lokal hanya mendapatkan sedikit order dari program 35 GW.

Padahal, rata-rata produsen lokal mampu membuat boiler dari segala jenis, juga jauh lebih kompetitif dibanding negara lain. Lalu, masalah assessment atau penilaian dari pihak surveyor masih tergolong lemah, mengapa demikian. Menurutnya, seharusnya surveyor dengan melakukan kunjungan langsung ke pabrik dapat menilai secara akurat.

"Lah, bagaimana mereka (surveyor, red) dapat menilai satu produsen mampu atau tidaknya, kalau mereka tak langsung terjun ke pabriknya, "ucapnya.

Henkie menyarankan, Kementerian Perindustrian harus membuat pengawasan dengan menggandeng asosiasi dan BPK. Baginya, BPK diikutsertakan dengan maksud agar perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan dapat diaudit secara baik.

"Kalau di dalam negeri saja tidak dipercaya, bagaimana kita mau ekspor dan bersaing karena pasti mereka akan menanyakan experience kita selaku produsen," ujar Henkie.

Dipihak lain,  Ketua Umum  Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) , Noval Jamalullail mengatakan, saat ini untuk urusan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)  produsen dalam negeri sudah melebihi 50%, dan mampu membuat kabel higga tegangan tinggi.

Akan tetapi, dirinya dibuat kaget ketika PLN membuka tender untuk proyek 150kV untuk perusahaan asing.

"Tanggal 8 Juli kemarin saya dibuat kaget, PLN mengundang perusahaan kabel luar negeri  untuk ikut  tender, "bebermya.

Miris memang, di saat produsen lokal berinvestasi besar-besaran dan hingga kini produsen lokal selalu mensuplai kebutuhan proyek kelistrikan nasional. Akan tetapi, sekarang kurang dilirik. Ia juga meminta kebijakan fiskal harus mendukung produsen lokal.

"Kalau sampai kabel tegangan rendah dan menengah juga mengandalkan impor, 59 anggota saya produsen lokal bisa tutup dan ini tidak sehat untuk perekonomian negara," tegasnya.

Diskusi ini semakin seru saat setiap perwakilan asosiasi memaparkan fenomena tantangan yang dihadapi oleh produsen lokal. Disamping itu, Sutrisno, perwakilan PLN juga memberi arahan kepada asosiasi dan peserta yang hadir untuk tetap bisa bersaing dengan produk luar negeri.

"Untuk impor kita juga tidak sembarangan, kita lihat bibit-bobot produk dan perusahaannya," katanya.

Dari pertemuan tersebut dari pihak Kementerian Perindustrian meminta agar semua permasalahan yang ada dari industri dalam negeri, para stakeholder dapat duduk bareng agar dapat menciptakan solusi yang terbaik untuk industri dalam negeri. (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 19, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top