Program Vokasi & Listrik Kerakyatan STT PLN

Author : Franki Dibuat : May 19, 2017

Program Vokasi & Listrik Kerakyatan STT PLN
Diskusi “Listrik Kerakyatan". (Foto: Ari Miradi)
Listrik Indonesia | STT PLN meluncurkan Program Vokasi dan Inisiatif Listrik Kerakyatan (LK) dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional secara ramah lingkungan serta melibatkan masyarakat.  Dua program tersebut diresmikan dalam sebuah rangkaian acara “Karya Untuk Negeri” yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan, PLN mengapresiasi upaya STT PLN yang meluncurkan Program Vokasi Ketenagalistrikan dan Inisiatif Listrik Kerakyatan tersebut. Pembangunan program pembangkit listrik 35.000 MW, harus didukung dengan SDM yang bernar-benar memiliki kompetensi dan siap pakai. “STT PLN menjadi pionir progam vokasi yang dibutuhkan di bidang energi dan diharapkan bisa dicontoh oleh yang lain,” tegas Nicke, disela-sela peluncuran Listrik Kerakyatan dan Program Vokasi di TMII, Jakarta, (18/05).

Penghargaan yang sama atas kedua program tersebut juga disampaikan Deputi Direktur Direktorat Ketenagalistrikan Munir Ahmad yang ikut hadir dalam rangkaian acara tersebut. 

Sementara, Ketua STT PLN, Supriadi Legino, mengatakan, kebutuhan tenaga teknik yang sangat besar disikapi dengan membuka pendidikan dan latihan vokasi ketenagalistrikan bagi lulusan SMU dan setara. Mereka akan dilatih selama satu tahun sehingga layak mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai “Listrik Kerakyatan” yang dihadiri antara lain Ketua STT PLN, Supriadi Legino; Mantan Lurah Pondok Kopi, Erwin Lobo; Komisaris Indonesia Power, Bagus Setiawan; dan Sonny Djatnika S. salah satu praktisi kelistrikan. Dalam diskusi tersebut, mantan Lurah Pondok Kopi yang kini menjabat sebagai Lurah Kuningan Barat, mengatakan, pihaknya waktu itu sempat mengupayakan untuk menjadikan sampah menjadi energi listrik di kelurahan yang dipimpinnya tersebut.

Sedangkan menurut Supriadi Legino, Listrik Kerakyatan menggunakan energi terbarukan yang ada di sekitar, seperti angin, biogas, biomassa sampah dan lainnya. Program LK di perkotaan lebih diprioritaskan untuk model Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) untuk mengatasi persoalan sampah di masyarakat perkotaan.

Supriadi menegaskan, guna keberlanjutan program LK, pemerintah diharapkan bisa menjadi fasilitator bagi koperasi dan pengusaha lokal yang berminat membangun LK, sehingga bisa mendapatkan pemasukan memadai dari penjualan energi dan kompensasi pengolahan sampah. “Tentunya dengan mekanisme insentif berupa bunga bank rendah, LK dapat menjadi peluang bisnis menarik dan terbuka luas bagi masyarakat,” tegas Supriadi.

Sedangkan Bagus Setiawan yang juga merupakan Kepala Divisi HSCMS Inovasi PLN, mengatakan, melalui program listrik kerakyatan, masyarakat dapat memproduksi listrik sendiri baik melalui solar sel, biomassa sampah, yang nantinya kelebihan pemakaian tersebut bisa dijual ke PLN dan masuk ke dalam jaringan kelistrikan. Menurut Agus, pihaknya mengapresiasi dan mendukung program LK yang memanfaatkan energi terbarukan yang ada di sekitar masyarakat. (AB)

 

Tags : News
Terakhir disunting : May 19, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top