PT PLN BATUBARA: Bersinergi Kembangkan Teknologi Hijau

Author : Administrator
PT PLN BATUBARA: Bersinergi Kembangkan Teknologi Hijau
Menurut Direktur Utama PLN Batubara, Khoiril Wahyuni, dalam rangka mengamankan pasokan batubara eksisting selain memanfaatkan low rank untuk penyediaan batubara di PLTU Mulut Tambang  juga melakukan coal upgrading di tambang dari Low Rank Coal (LRC) menjadi Midle Rank Coal (MRC).
Hal ini perlu dilakukan terkait dengan penunjukan PLN Batubara untuk memasok batubara PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW Sumsel 6  dan PLTU Eksisting (zona based).
Untuk memenuhi kebutuhan ini, lanjutnya, PLN Batubara menjalin KSO (Kerjasama Operasional) dengan mitra tambang dengan ketersediaan Batubara (CV <3000 kcal/kg) dan melakukan pe-nguasaan cadangan batubara terutama LRC.
Selain itu PLN Batubara juga akan melakukan efisiensi transportasi ke PLTU tujuan dan memanfaatkan teknologi upgrading dan melakukan pembangunan CPP yang sekaligus sebagai Coal Center.
“Saat ini sedang dijajaki kerjasama teknologi secara kolaborasi dengan RE-Consult, INKA dan BPPT,” papar Khairil.
Dalam pelaksananya Rekadaya Counsultant akan mempelajari boiler yang sesuai, requirement kesesuaian boiler dengan spesifikasi batubara. Selain itu PLN Batubara juga akan menggandeng boiler manufacturing sebagai  pemilik teknologi.
Sementara itu, INKA akan menyediakan teknologi Hauling Batubara berbasis tenaga listrik dan untuk penelitian dan pemanfaatan Coal Dryer untuk dimanfaatkan secara teknologi aplikatif akan dilakukan oleh BPPT.
“Dengan melakukan peran, fungsi dan proses sinergi antar institusi dengan kompensasi masing-masing dalam pemanfaatan batubara LRC sebagai green coal untuk pembangkit listrik skala besar yang bisa segera direalisasikan untuk proyek PLTU Sumsel 6 dan PLTU Eksisting,”tambahnya. 
Manfaat jangka panjang apabila teknologi ini sudah dapat diterapkan  dan bila pembangunan proyek PLTU mulut tambang ini selesai, diharapkan akan berkontribusi terhadap total produksi listrik PLN menjadi sekitar 35 persen.
Apalagi, di Sumatera kini tersebar beberapa PLTU mulut tambang yang ada di Sumatera: PLTU Sumsel 6 (2x300 MW), PLTU Sumsel 5 (2x150 MW), PLTU Sumsel 7 (2x150 MW), PLTU Riau (2x300 MW), serta PLTU Sumbar I (2x100 MW).
Peran PLN Batubara tentu sangat vital  untuk menyediakan pasokan batubara bagi PLN sebagai energi pembangkit listrik untuk menghemat minyak mentah dalam negeri.  
Khoiril menjelaskan negara Jepang menggunakan alat bernama FGD (Fuel Gas Desulphurization). Dalam pelaksa-naannya, asap yang dikeluarkan dari pembangkit sudah bersih ditangkap debu dan sulfur, karena ada alat yang membersihkan cerobong asap. Untuk mendapatkan FGD, PLN harus investasi 30 persen dari membangun PLTU.
“Jadi untuk menghasilkan batubara ramah lingkungan, kami akan secepatnya mengaplikasikan teknologi yang sedang dikembangkan oleh BBPT agar  bisa mengefisiensikan dan  mengoptimalkan resour-ces  batubara yang ada di Indonesia, tanpa harus menggunakan FGD,” jelasnya.
Total kebutuhan batubara PLN pada tahun 2013 itu 66,3 juta ton. Kuartal II yang terserap 31 juta ton. PT PLN Batubara sebagai anak perusahaan dengan tugas untuk membantu Perusahaan induknya dalam mengamankan kebutuhan batubaranya, baik menyangkut aspek: mutu, jumlah persediaan, maupun aspek biayanya.
Untuk merealisasikan misi usahanya, PLN Batubara berkeyakinan bahwa dengan menjalin kebersamaan dengan para petaruh (stakeholder)-nya, baik di sisi hulu maupun di sisi hilir, dan tentunya dengan iklim regulasi yang mendukung, tugas termaksud akan dapat terlaksana dengan baik.
Ke sisi hilir,  kerjasama akan lebih berkaitan dengan pelaksanaan peran sebagai 'armlength' Perusahaan Induk dalam bentuk pelayanan pengamanan persediaan batubara di unit-unit pembangkit berbahan bakar batubara, sedang-
kan di sisi hulu  PLN Batubara berupaya untuk bersinergi dengan para pemilik konsesi tambang.
Penerapan teknologi law rank akan dijadikan prioritas oleh PLN Batubara, karena jangka panjang nya sangat mendukung  kebijakan pemerintah  terkait  PLTU Mulut Tambang. Batu Bara kalori rendah ini bisa aman pasokannya dan  juga bisa digunakan untuk PLTU eksisting .
Teknologi ini sudah diterapkan oleh Kanada, Jepang, Korea. Suatu saat teknologi ini akan bisa diterapkan ditambang dan ketika ini bisa dilakukan PLN Batubara sudah siap resources-nya untuk mengamankan itu baik untuk kepenting-an mulut tambang maupun kalori eksis-ting.
Peran PLN Batubara Saat ini masih kecil baru dapat memasok sekitar 6% kendati demikian terus berupaya sehingga suatu saat nanti bisa kearah itu dan mungkin porsinya lebih besar kalau memang komoditi ini bisa menghasilkan devisa yang bagus biarlah BUMN atau swasta yang bergerak di bidang ini fokus menggarap ekspor dan PLN Batubara yang mengamankan domestiknya. 


0 voters

0 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas