3M Indonesia: Eksis Dengan Value Inovasi dan Brand

3M Indonesia: Eksis Dengan Value Inovasi dan Brand

Country Business Laeader Electronics & Energy Business Group PT 3M Indonesia Matheus Bernath menjelaskan, 3M Indonesia adalah subsidiari dari 3 M Corporation.  Secara korporasi  ada representatifnya di hampir 1000 negara di dunia. Keberadaan 3 M Indonesia hampir memasuki usia 39 tahun eksis dari tahun 1975 dengan kondisi yang sudah cukup besar dibanding dulu ketika masih menjadi reff office.
Sebagai subsidiari, organisasinya semakin lengkap bukan  hanya sales saja tetapi sudah mulai merambah ke technical service, manufacturin, wherehouse kemudian ada proses produksi sampai  marke-ting, Research & Development (R&D) dan laboratorium. 
“Itu yang sudah kita tanamkan selama 38 tahun berada di Indonesia. Jadi secara portofolio 3 M Indonesia sudah lengkap,”terang Matheus.
Salah satu divisi yang tertua di 3 M Indonesia adalah Electrical Markets Division yang sudah beroperasi hampir 39 tahun yang menyumbangkan produk dan solusinya ke PLN. Untuk elektrikal portofolio 3 M cukup lengkap terutama untuk yang bersifat connection atau asesoris kabel, mulai dari Tegangan Rendah (TR) dimana memberikan solusi untuk penyambungan kabel tegangan rendah, baik kabel bawah tanah maupun kabel udara. Teknologi schotchcast resign mampu memberikan insulasi secara elektrikal maupun mekanikal untuk menjamin kualitas dan daya tahan dari sambungan kabel. Tegangan Menengah (TM), produk cold shrink dengan solusi jointing dan termisi untuk tegangan menengah yang dapat menghemat waktu dan biaya serta sesuai dengan kebutuhan konsumen. Teknologi ini sangat sesuai diaplikasikan pada Power Utilities, Private Power Plant, dan kebutuhan listrik lainnya. Kabel unggulan lainnya adalah High Voltage (HV) yang semua diproduksi di Indonesia.
Dalam  membantu PLN untuk program electrifikasi 3 M sangat berperan di medium voltage distribution untuk asesoris alat sambung yang di direct berrit (kabel yang ditanam) termasuk yang terbaik dan salah satu yang jadi acuan ter-utama di Jakarta dan Jawa Barat.
Kelebihan dari 3M adalah tidak hanya menjual produk tapi juga menjual data based management. Saat ini PLN sangat kesulitan menemukan gangguan atau misalnya ada gangguan kabel yang sudah dikubur 10 tahun lalu, dimana mengetahui letak sumber gangguannya.
Sekarang ini produk khusus 3M dilengkapi dengan sebuah sistem dari satelit yang bisa melacak tanpa harus menggali. Sehingga mengetahui siapa kontraktornya yang dulu mengerjakan apakah masih under warranty itu bisa diambil dari atas tanah.
“Jadi 3M bukan hanya menjual produk saja  tapi ikut membantu PLN mengelola jaringannya dengan profesional karena detail ketaknya tahu secara link. Yang kedua dengan mengunakan data based management menemukan gangguan akan lebih cepat dengan begitu maka loss dari oppurtunity PLN jadi berkurang,” jelasnya.
Terkait dengan aturan TKDN yang telah diterapkan oleh PLN secara tegas Matheus Bernath menegaskan dari sisi pabrikan jointing alat sambung secara terminasi 3M ini salah satu pabrikan yang  mempunyai kandungan TKDN yang paling banyak sekarang ini. 
Masalah TKDN kami justru menunggu implementasi apakah auditnya sudah benar dilakukan oleh  PLN. Jadi intinya kita sudah memberikan apa yang diinginkan oleh PLN karena ini bentuk sebuah komitmen dari 3M untuk investasi di Indonesia. Hanya saja pihaknya ingin memberikan masukan bahwa aturan ini harus dibuat proposional. Intinya mendukung TKDN karena sudah membangun pabrik di Bekasi. Saat ini produk 3M lokal content-nya masih 40% karena 60% raw mate-rialnya masih harus impor
 “Karena bagi kami ini termasuk transfer of knowladge. Kita punya fasilitas training yang dapat digunakan mentraining teman-teman PLN untuk bisa mensupervisi dan menyambung alat sambung dengan baik, bagaimana me-manage jaringan distribusi di jaringan tegangan menengah dengan baik dan PLN sangat senang,”tambahnya.
Menghadapi AFTA 2015, 3M akan menyiapkan infrastruktur dari sisi sumber daya manusianya agar punya kompetensi. Di produk elektrikal banyak hal yang masih terkait ketika customer membeli produk. Misalnya terkait dengan layanan purna jual, ada proses edukasinya, kemudian spesifikasi di PLN berbeda-beda jadi apabila terjadi gangguan harus cepat datang seperti jaminan yang diberikan 3 M saat ini.
Kunci kepercayaan terhadap produk 3M adalah kita meski mampu memberikan value kepada PLN terutama bukan kepada kontraktor atau distributor. Value 3 M adalah inovasi yang dibelakangnya ada kualitas. Jadi stiap produk yang disuplai kepada PLN adalah hasil dari inovasi.
“Selama 3M mempunyai value, inovasi dan brand, kami yakin pasti mempu-nyai posisi yang berbeda. Karena PLN pasti diuntungkan jika membeli produk kami karena dibelakangnya ada masukannya ada technical support, riset development-nya, manufaktur sampai ke laboratoriumnya,” kata Matheus. 

Author :

Tags : Fokus Utama

0 Komentar

Berikan komentar anda

Top