Realisasi BBM Satu Harga, Kepala BPH Migas: Sudah Capai Titik Ke-68

Author : Franki Dibuat : Aug 4, 2018

Realisasi BBM Satu Harga, Kepala BPH Migas: Sudah Capai Titik Ke-68
Listrik Indonesia, Kepulauan Sula | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merealisasikan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di tahun 2018. Hingga saat ini pemerintah telah membangun sebanyak 68 titik untuk BBM Satu Harga, sementara pemerintah menargetkan di tahun ini dapat dinikmati di 130 titik seluruh pelosok negeri.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa pada Kamis, (02/08) meresmikan BBM Satu Harga yang dipusatkan di Kabupaten Sula, dengan ditemani oleh, Direktur Infrastruktur Migas Alimudin Baso, Anggota Komisi VII DPR-RI Tjatur Sapto Edy, Bupati Kepulauan Sula Hendrata Theis, dan Manajer Retail Pertamina Fanda Chrismianto.

Dalam sambutannya ia mengungkapkan, realisasi tersebut menyasar ke tiga lokasi berbeda pada saat bersaman, yaitu Kabupaten Asmat (Prov. Papua), Kabupaten Nias (Prov. Sumatera Utara) dan Kabupaten Kepulauan Sula (Prov. Maluku Utara).

“Ketiga lokasi tersebut merupakan lokasi pedalaman dengan akses yang tidak mudah dijangkau. Lokasi lembaga penyalur (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU) di Kabupaten Asmat berada di Distrik Fayet, Agam. Untuk mengangkut BBM ke lembaga penyalur dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) ke lokasi membutuhkan waktu selama 3 hari dan hanya bisa melalui transportasi sungai,” katnya dikutip dari laman esdm.go.id (03/08).

Dikatakan olehnya, dua titik lainnya yakni di Desa Waiboga Kecamatan Sulawesi Tengah, Kabupaten Nias, dan di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kab. Kepulauan Sula, juga ditempuh dengan perjalanan laut yang memakan waktu tidak sebentar.

Ia menambahkan, keberadaan BBM Satu Harga pada tiga lokasi tersebut akan menstimulus kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

“Ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ingin Fansurullah.

Kepada masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda), lanjtnya, agar dapat berkoordinasi dengan pihak terkait supaya program ini bisa memudahkan masyarakat mendapatkan BBM secara merata.

“BPH Migas meminta Pemda, pengusaha dan Badan Usaha bisa bekerja sama dengan baik agar program ini dijalankan secara adil,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat di tiga wilayah tersebut dapat menikmati harga BBM sama dengan di Pulau Jawa, seperti jenis Premium dengan harga Rp 6.450/liter dan BBM jenis Solar dengan harga Rp 5.150/liter.

“Angka ini jauh lebih murah dibandingkan sebelum keberadaan BBM Satu Harga, yakni dikisaran Rp 8.000/liter hingga Rp 40.000/liter tergantung tingkat kesulitan geografi dari lokasi penyaluran BBM,” terang Fansrullah.

Total, dari tiga lokasi tersebut sebanyak 353,871 jiwa akan menikmati BBM Satu Harga dan menjadikan masyarakat setempat yang lebih sejahtera dalam rangka mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan tambahan 3 titik tersebut, BBM Satu Harga telah menjangkau sebanyak 11 titik yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2018 (titik ke-68 sejak 2017). Untuk tahun 2018, sebanyak 9 lembaga penyalur dilaksanakan oleh PT. Pertamina (Persero), sementara 2 lembaga penyalur lainnya dijalankan oleh PT. AKR Corporindo. (Rg)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top