Recloser Produk Baru Andalan Sintra Elektrik

Author : @MLI_Franki Dibuat : Jan 10, 2020

Recloser Produk Baru Andalan Sintra Elektrik
Listrik Indonesia, Jakarta | President Direktur PT Sintra Sinarindo Elektrik Yohanes Purnawan Widjadja menyatakan, untuk mengantisipasi maraknya gangguan distribusi tahun ini, pihaknya akan meluncurkan produk recloser dan segera ikut tender di PLN.

Lebih jauh dia menjelaskan, recloser adalah rangkaian listrik yang terdiri pemutus tenaga yang dilengkapi kotak kontrol elektonik (Electronic Control Box), yaitu suatu peralatan elektronik sebagai kelengkapan recloser dimana peralatan ini tidak berhubungan dengan tegangan menengah dan pada peralatan ini.

Recloser dapat dikendalikan cara pelepasannya. Dari dalam kotak kontrol inilah pengaturan (setting) recloser dapat ditentukan.

"Alat pengaman ini bekerja secara otomatis guna mengamankan suatu sistem dari arus lebih yang diakibatkan adanya gangguan hubung singkat", ungkap Yohanes saat diwawancarai di Central Park Jakarta (10/1).

Dia menambahkan, cara bekerjanya adalah untuk menutup balik dan membuka secara otomatis yang dapat diatur selang waktunya, di mana pada sebuah gangguan temporer, recloser membuka tetap sampai waktu setting yang di tentukan kemudian recloser akan menutup kembali sampai gangguan itu hilang. Apabila gangguan bersifat permanen, maka setelah membuka atau menutup balik sebanyak setting yang telah ditentukan kemudian recloser kan membuka tetap (lock out).

"Pada suatu gangguan permanen, recloser berfungsi memisahkan daerah atau jaringan yang terganggu sistemnya secara cepat sehingga dapa memperkecil daerah yang terganggu pada gangguan sesaat, recloser akan memisahkan daerah gangguan secara sesaat sampai gangguan tersebut akan dianggap hilang, dengan demikian recloser akan masuk kembali sesuai settingannya sehingga jaringan akan aktif kembali secara otomatis.

"Dengan adanya inovasi produk recloser diharapkan akan menambah porto polio bisnis Sintra dan dapat meminimalkan gangguan distribusi milik PLN," pungkas Yohanes Purnawan Widjadja. (DH)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top