Rooftop Solusi Listrik Rumahan

Author : Franki Dibuat : Jul 14, 2018

Rooftop Solusi Listrik Rumahan
Nur Pamudji, Dewan Pakar Asosiasi Energi Surya Atap (AESI)
Listrik Indonesia | Penggunaan listrik atap surya atau yang lebih dikenal dengan rooftop saat ini memang tengah berkembang. Hal tersebut sejalan dengan target Pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi fosil.

Melalui konsep Grid Parity, Nur Pamudji, Dewan Pakar Asosiasi Energi Surya Atap (AESI) mengungkapkan, penggunaan rooftop yang di integrasikan dengan jaringan grid listrik negara di negara Eropa telah terjadi sejak 10 tahun lalu.

Menurut analisanya, Grid Parity di Indonesia sudah terjadi, hanya saja penggunaannya saat ini belum banyak masyarakat yang menggunakannya.

Dalam pengamatannya, Grid Parity itu ada dua jenis, pertama Full Grid Parity yakni membandingkan harga listrik dari panel surya yang menyamai harga listrik grid listrik negara. Kemudian yang kedua, Marginal Grid Parity yakni tambahan kebutuhan energi listrik yang sama, entah dari energi surya maupun lainnya.

Meski demikian, ia mengatakan pengguaan listrik surya atap ini membuat perusahaan BUMN listrik negara akan kehilangan pendapatannya. Sebab saat siang hari pancaran sang surya dapat menghasilkan aliran listrik, sementara saat malam hari menggunakan listrik PLN.

"Saya tidak menulis Grid Parity akan terjadi kalau begini begitu, akan tetapi saya memotret hari ini Grid Parity nya seperti apa. Sebenarnya sudah terjadi di Indonesia, cuma di daerah tertentu," terangnya saat ditemui listrikindonesia.com di JIExpo Kemayoran, seperti yang dituliskan (13/07).

Dirinya disini membedakan definisi Grid Parity, antara listrik surya dengan Grid listrik Pemerintah. Ada yang terus-menerus menghasilkan listrik yakni menggunakan penyimpanan (baterai) dan tanpa penyimpanan yang hanya ada siang hari listriknya.

"Makanya saya bikin definisi marginal Grid Parity yaitu adalah tambahan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya. Contohnya, ketika siang hari kita bisa menggunakan listrik yang dihasilkan dari panel surya," jelasnya.

Tujuannya apa, yakni dapat mengembangkan industri solar panel dalam negeri. "Sederhananya jika semua rumah komersial menggunakan panel surya (rooftop), otomatis industri panel surya dalam negeri akan berkembang dan seiring berjalannya waktu harga listriknya akan murah," paparnya.

Ia melanjutkan, yang dimaksud dengan Grid Parity ini adalah di mana ketika listrik dari energi matahari nilainya sama dengan energi listrik dari grid perusahaan listrik negara.

"Ketika itu listrik dari pembangkit listrik tenaga surya dapat menyamai listrik dari energi fosil. Artinya penggunaan listrik dari energi fosil seiring berjalannya waktu akan tergantikan dengan Energi Baru Terbarukan (EBT)," tandasnya. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 16, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top