Rumah Dirut Disambangi KPK, Ini Kata PLN

Author : Franki Dibuat : Jul 17, 2018

Rumah Dirut Disambangi KPK, Ini Kata PLN
Listrik Indonesia | Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengungkapkan, dirinya sangat menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Apa yang disampaikan Dirut PLN ini terkait dengan penggeledahan yang dilakukan KPK di rumahnya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/7).

“Mohon maaf lahir dan batin ya. Kami sampaikan kedatangan KPK di kediaman saya, sebagai dirut PLN pada 15 Juli kemarin. Pertama, kami menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah. Saya taat pada hukum yang berlaku,” terang Sofyan Basir saat jumpa pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta (16/07).

Ia menambahkan, sebagai warga Negara dirinya taat pada hukum yang berlaku, saat beberapa orang yang berjumlah 10 orang dari KPK datang ke rumahnya dan diterima dengan terbuka dan kooperatif.

“Penggeledahan dilakukan dengan baik, fair dan terbuka. Kami senang dengan kerja KPK yang profesional. KPK dan PLN sudah punya kerja sama untuk mengawal proyek nasional PLN. Hasilnya, beberapa juga sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Kami akan proaktif agar mencegah korupsi. PLN kooperatif untuk memberikan keterangan kepada KPK,” jelas Sofyan.

Sebagai tuan rumah, Dirut PLN membantu KPK dengan memberikan sejumlah informasi terkait proyek Riau 1 dan dokumen-dokumen terkait project.

“Itu dokumen umum yang setiap saat bisa kita dapatkan. Itu dokumen yang bisa dibuka ke publik. Bukan dokumen rahasia. Juga soal surat menyurat yang perlu saya tanda tangani,” imbuhnya.

“Ada juga proposal misalnya, regional Sumatera, Kalimantan, reporting kan itu tiap bulan kasih ke saya. Laporan keuangan, cash flow, likuiditas itu dibaca di rumah," sambungnya.

Sekadar informasi, penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Dirut PLN ini, dipicu karena sebelumnya KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Eni Maulani Saragih sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek pembangkit listrik PLTU Riau 1. (Rg)

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 17, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top