Pasukan PDKB Siap Atasi Masalah Listrik Tanpa Masalah

Pasukan PDKB Siap Atasi   Masalah Listrik Tanpa Masalah

Untuk menghindari pemadaman listrik saat dilakukan sambungan baru dan pemeliharaan jaringan, PLN merevitalisasi pasukan khusus PLN Pekerja Dalam Keadaan Listrik Bertegangan (PDKB).

Pemadaman listrik bukan hanya defisitnya pasokan listrik. PT PLN (Persero) melakukan pemadaman saat melakukan sambungan baru, pergantian isolator, pemeliharaan trafo, dan mengganti transformator. Namun masalah masyarakat kerap tidak memahami apa alasan PLN melakukan pemadaman. Mereka hanya merasakan bahwa aliran listrik di wilayahnya pa­dam.

Dengan pemadaman listrik apapun alasan, masyarakat hampir dipastikan kecewa. Akibat pemadaman, kegiatan kantor, perusahaan, pusat perdagangan, dan urusan rumah tangga pun ikut terganggu. Cukup beralasan jika PLN melakukan pemadaman, kalangan masyarakat langsung mengecam dan mengumpat PLN. PLN pun kerap dinilai tak becus melayani pelanggannya.

Tampaknya, persoalan pemadaman listrik yang terkait dengan sambungan baru dan pemeliharaan peralatan kelistrikan telah lama dipikirkan PLN. Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan listrik milik pemerintah itu tidak tinggal diam. PLN telah membentuk pasukan khusus PLN yang dikenal sebagai pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Listrik Bertegangan (PDKB) pada 1993.

Pasukan PDKB berusaha mengatasi masalah kelistrikan tanpa perlu di­lakukan pemadaman. Namun dalam perjalanannya, pasukan PDKB itu kurang dikenal masyarakat. Gaung kiprah mereka pun jarang diinformasikan kepada publik. Bersamaan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-65, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan melakukan revitalisasi pasukan PDKB.

Dalam upaya revitalisasi, PLN melaksanakan acara Gelar Pasukan Khusus PLN – Bekerja Dalam Keadaan Listrik Bertegangan (PDKB) di Lapang Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (10/11). Pada acara yang dihadiri Dirut PLN dan jajaran direksi, serta direksi dari wilayah distsribusi berbagai daerah, hadir 625 anggota pasukan PDKB.

Pada acara tersebut, pasukan dengan seragam oranye dipadu dengan hijau itu tak hanya mengikuti upacara dan mendengarkan wejangan Dirut PT PLN Dahlan Iskan, serta pelepasan balon ke udara.
Di hadapan para hadirin, mereka menunjukkan kemahiran melakukan sambungan baru, pergantian isolator, pemeliharaan trafo, dan mengganti transformator.

Aksi tersebut cukup membahayakan. Pasalnya pekerjaan yang dilakukan oleh pasukan PDKB dalam keadaan listrik bertegangan 20.000 volt atau hot line maintenance.
Terkait dengan gelar acara tersebut, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
PT PLN Haryo Soetendo mengatakan ingin memperkenalkan kepada masyarakat mengenai tugas PDKB yang telah dibentuk sejak 1993. Selain itu, PDKB diharapkan bisa meningkatkan citra PLN baik internal maupun eksternal.

Acara Gelar Pasukan Khusus PLN PDKB memang bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Haryo berharap nilai dan jiwa patriotisme pahlawan bisa menjadi pegangan pasukan PDKB dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.
Perhatian Khusus

Saat melakukan wawancara dengan para wartawan, Dahlan menjelaskan bahwa pasukan PDKB bukan baru dibentuk, tetapi telah ada sejak 1993. “Kami hanya merevitalisasi pasukan PDKB,” katanya.
Pemadaman listrik yang terkait dengan sambungan baru dan pemeliharaan jaringan listrik berlangsung selama enam sampai delapan jam. Perbaikan jaringan listrik dan pergantian trafo menjadi kegiatan yang akan dilakukan secara berkala. Oleh karena itu, pemadaman listrik pada suatu wilayah menjadi tak bisa dihindari. “Masyarakat modern sudah tidak menerima pemadaman listrik dengan alasan apapun,” ujar Dahlan.

Agar tidak terjadi pemadaman terkait pemasangan sambungan baru dan pemeliharan jaringan, maka dibentuk pasukan PDKB. “Pasukan PDKB telah mendapat pendidikan mental di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batujajar, Bandung. Mereka juga dilatih di Semarang,” kata Dahlan seraya menambahkan sebagian men­dapat pelatihan dan pendidikan di Brasil, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Saat ini, PLN memiliki pasukan khusus PDKB dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama me­lakukan pekerjaan dalam keadaan tegangan 20.000 volt. Kelompok kedua yang menyelesaikan pekerjaan dengan tegangan ekstra tinggi saluran udara tegangan ekstra tinggi yang mencapai 500.000 volt.

Dengan pekerjaan yang berat dan beresiko tinggi, Dahlan mengatakan akan memberi perhatian khusus kepada pasukan PDKB. Apalagi pasukan PDKB bisa dikatakan sebagai ‘pasukan berani mati’. “Kami akan memberi asuransi khusus kepada pasukan PDKB. PLN akan menerapkan mementingkan yang penting, dan tidak mementingkan yang tidak penting,” katanya
Bahkan Dahlan telah menyiapkan dana untuk pembiayaan pasukan PDKB. Alasannya, keberadaan pasukan PDKB bisa menguntungkan PLN dalam bisnis listrik.

“Jika ada PDKB, pemadaman listrik bisa dihindari dan masyarakat tetap bisa mendapat aliran listrik. Dengan begitu, PLN tidak kehilangan pendapatan. Bagaimana kalau terjadi pemadaman sampai delapan jam? Berapa kerugian yang harus ditanggung PLN?” jelasnya.
Jumlah pasukan PDKB sekarang baru mencapai 625 orang. Dahlan berharap ke depan jumlah anggota PDKB terus bertambah. Bahkan PLN merencanakan pasukan PDKB juga akan dipekerjakan untuk kontraktor PLN. “Pada 2012, kontraktor PLN harus memiliki pasukan PDKB,” katanya.
Pada acara gelar Pasukan Khusus PLN, Dirut PT PLN juga memberikan sejumlah penghargaan. Penghargaan diberikan kepada General Manager PLN Wilayah Papua Ferdinan Siahaan yang berhasil memulihkan sistem kelistrikan di daerah Wasior, Papua akibat banjir bandang, General Manager PLN Wilayah Sumatra Barat Krisna Simbaputera yang memulihkan sistem kelistrikan di daerah Mentawai akibat gempa bumi dan tsunami.

Penghargaan diberikan juga kepada tim PDKB Jawa Bali Rukiman yang membersihkan debu vulkanik Gunung Merapi pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) 500 kv, Pegan, Ungaran.
General Manajer PLN Distribusi Jawa Tengah Ferry Krisna yang menyerahkan bantuan PLN peduli bencana untuk korban letusan Gunung Merapi dari dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta.

Author :

Tags : Dinamika

0 Komentar

Berikan komentar anda

Top