Pemilihan Warna & Penghematan Energi

Author : Administrator Dibuat : Jun 22, 2011

Pemilihan Warna &  Penghematan Energi
Siapa bilang warna tidak berpenga­ruh apa-apa? Pilihan warna  konon berpengaruh kepada ke­se­hatan jiwa, menimbulkan perasaan positif bahkan bisa menimbulkan rasa nyaman dan tentram. Begitu pula dalam ruangan misalnya. Pemilihan warna cahaya untuk interior rumah sangat penting.
Sebab, bisa memberi pengaruh terhadap suasana hati. Pencahayaan yang tepat bisa memberikan suasana lebih nyaman dan tentram. Begitu pula sebaliknya, suasana hati bisa gundah saat berada di ruangan dengan pencahayaan yang kurang pas.

Tentu banyak yang setuju, semua warna adalah bagus. Tetapi pemilihan yang tepat sebaiknya memperhatikan kepribadian penghuni ruangan dan kesan yang ingin ditampilkan. Warna kuning misalnya, identik  dengan warna matahari.

Kesan yang didapat dari warna ini adalah gembira, penuh energi dan menghangatkan suasana. Dari kesan itu, warna kuning muda bagi sebagian orang merupakan warna yang paling aman digunakan dalam suatu ruang.

Lain lagi dengan biru. Warna ini memberi suasana dingin, tenang dan tentram. Pada ruang yang tenang, warna biru memberikan kesan yang segar. Pada ruang gelap akan menimbulkan kesan dingin dan kaku. Memang, berbagai macam warna menimbulkan kesan yang berbeda-beda.
Sebagian arsitek mengakui warna merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang
menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain maupun diri sendiri. Warna menyampaikan sebuah pesan identitas dan menjadi sebuah simbol perasaan seperti psikologis, motivasi, dan estetika.

Di sebuah kantor misalnya, pegawai mungkin tidak menyadari kenapa mood berubah jelek ketika memasuki ruang kantor. Mungkin itulah sebabnya sejumlah arsitek kerap memberikan rekomendasi kepada pimpinan per­usahaan jika menginginkan ada mood positif di ruang kerja.

Di dalam ruangan pun demikian. Pada pencahayaan interior, disarankan dipilih warna putih dan kuning. Peng­ga­bungan kedua warna ini konon bagus untuk pencahayaan. Kedua lampu ini dapat dikombinasikan pada satu ruangan. Dengan mengombinasikan pencahayaan general (keseluruhan) dan task (area dan aktivitas tertentu).  

Pencahayaan general dapat berupa downlight halogen atau fluorescent yang ditempatkan dibeberapa titik di plafon. Bisa juga dengan drop ceiling, untuk menghasilkan pencahayaan tak langsung (indirect lighting).
Kemudian ada juga local lighting yang hanya menerangkan area tertentu seperti meja belajar, kaca rias, wastafel kamar mandi.

Untuk lampu berwarna kuning biasanya digunakan di kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, dan dapur. Tetapi biasanya warna cahaya kuning untuk aksen dekorasi yang diletakkan pada setiap sudut ruangan dan pada interior rumah seperti lukisan dan foto, agar benda-benda tersebut terkesan mewah. Karena warna kuning yang dipancarkan akan membuat suatu benda tampak bernilai lebih dari yang terlihat.

Ruang tamu, ruang keluarga, dan da­pur dapat di­letak­kan cahaya putih sebagai sumber cahaya utama. kemudian warna kuning dapat ditempatkan pada titik–titik tertentu plafon. Jadi dapat disesuaikan dengan kegiatan dan suasana yang ingin diciptakan.        

Lebih Hemat Energi
Selain bisa dipandang dari aspek keindahan, warna yang tepat juga akan menimbulkan kesan yang terang atau gelap sehingga sebenarnya dapat digunakan sebagai sarana penghematan energi.
Untuk pencahayaan ruang kerja misalnya, bisa digunakan warna yang sesuai. Kalau dulu, cat dinding di per­kan­toran lebih didominasi warna putih atau abu-abu. Kini, ruang perkantoran menjadi lebih berwarna sesuai dengan citra dari perusahaan tersebut.

Bahkan perusahaan besar cenderung lebih kreatif dalam memainkan warna. Perusahaan tidak lagi membatasi warna kantornya. Mulai dari warna terang hingga gelap dipergunakan. Tentunya hal itu tetap disesuaikan dengan warna yang telah menjadi branch mark perusahaan – perusahaan tersebut. Tentu saja, warna – warna dasar seperti putih, abu-abu atau krem tetap menjadi pilihan utama sebagai warna dasar di perkantoran.

Tidak sekedar itu, beberapa motif sengaja ditampilkan untuk menimbulkan kesan positif bagi pegawai yang bekerja. Beberapa motif yang kerap dipergunakan adalah motif lingkaran, ukiran bunga, dedaunan atau abstrak.
Ruang kerja harus berbeda dengan ruang lainnya. Karena itu, warna yang dipilih seharusnya adalah warna netral seperti putih. Tentunya hal itu harus diperkuat dengan mempergunakan pencahayaan yang tepat. Agar pe­gawai yang bekerja di ruangan tersebut bisa bekerja dengan maksimal. Berbeda dengan ruangan pantry atau kafetaria. Ruangan ini harus diberikan warna yang ceria, seperti merah atau orange. Warna-warna seperti itu diharapkan bisa kembali meningkatkan semangat pegawai setelah bekerja.

Apalagi biasanya ketika pegawai masuk ke ruangan tersebut dalam keadaan lelah. Pemberian warna yang cerah juga perlu dilakukan di ruang rapat. Kalau perlu, mempergunakan tiga warna sekaligus seperti orange, kuning dan hijau.

Untuk pencahayaan, ada dua tipe lampu yang dibutuhkan untuk ruang kerja. Yang pertama adalah task lighting. Lampu ini harus cukup terang cahayanya dan ditujukan langsung pada area kerja. Yang kedua adalah background, atau ambient lighting. Cahayanya lebih halus dan didesain untuk menerangi keseluruhan ruangan.

Untuk task lighting, gunakan bohlam lampu yang sedikitnya mengeluarkan cahaya 60 watt. Gunakan bohlam lampu yang hemat energi. Hindari warna lampu yang terlalu putih atau terlalu kuning. Cahaya yang terlalu putih membuat mata lelah sedangkan cahaya yang terlalu kuning membuat warna ruangan menjadi tidak menarik. Paduan warna cat dan jenis pencahayaan lampu di ruangan akan sangat berguna untuk penghematan energi. ■



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top