Selesai Disurvei, Kajian Geologi Calon Ibu Kota Baru

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Dec 12, 2019

Selesai Disurvei, Kajian Geologi Calon Ibu Kota Baru

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyerahkan Atlas Hasil Survei dan Kajian Geologi Calon Ibu Kota Negara, yang dilakukan oleh Kepala Badan Geologi KESDM, Rudy Suhendar kepada Ketua Tim Pelaksana Kajian Pemindahan Ibu Kota Negara Kementrian PPN/Bappenas, Imron Bulkin, di Bandung, Selasa (10/12). 

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di lokasi calon ibu kota baru,
 harus disertakan dengan analisa kegeologian melalui poin mitigasi bencana. Sehingga, terpetakan seberapa besar ancaman bencana geologi di wilayah tersebut.

Atlas Hasil Survei dan Kajian Geologi Calon Ibu Kota Negara yang meliputi Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur yang diserahkan, terdiri dari 16 peta dengan variasi skala 1:50.000 dan 1:100.000.

Kebutuhan data dan informasi kebumian dipandang sebagai aspek penting untuk dipertimbangkan oleh berbagai pihak, khususnya bagi wilayah calon ibu kota baru.

"Pembangunan yang adil dan merata membutuhkan dukungan data dan infomasi yang memadai. Salah satu informasi yang dibutuhkan adalah informasi kebumian, dimana Badan Geologi dalam hal ini Pusat Survei Geologi adalah salah satu instansi pemerintah yang bertanggung jawab menyediakan data dasar kebumian yang memadai untuk menunjang pembangunan nasional," kata Rudy.

Rudy mengharapkan, penyediaan data dan informasi kebumian juga akan berperan dalam upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, terkait dengan mitigasi bencana geologi. Data kebumian sebagai data dasar berfungsi membantu perumusan langkah-langkah maupun kebijakan mitigasi bencana geologi.

"Sebagai bagian dari ilmu dasar, geologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Untuk itu maka pemahaman dan pengetahuan tentang geologi, terutama kondisi geologi wilayah Indonesia menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan dan dikembangkan," tambah Rudy di laman esdm.go.id.

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di lokasi calon ibu kota baru maupun di wilayah Indonesia lainnya harus disertakan dengan analisa kegeologian melalui poin mitigasi bencana, sehingga terpetakan seberapa besar ancaman bencana geologi yang terdapat di wilayah tersebut sehingga dapat dihindari terjadinya korban yang besar saat terjadinya bencana geologi.

16 peta yang diserahkan terdiri dari Peta Geomorfologi, Geologi, Anomali Gayaberat, Geologi Teknik, Penampang Geolistrik, Lokasi Pemboran Geologi Kuarter, Hidrogeologi, Potensi Airtanah, Zona Kerentanan Gerakan Tanah, Kerentanan Erosi, Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi, Seismotektonik, Mikrozonasi, Sebaran Reservoir Pembawa Gas Dangkal, Delineasi Sebaran dan Potensi Swabakar Batubara, serta Peta Kesesuaian Lahan. (Fr)


Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top