Sistem Distribusi pada Power Plant

Author : Franki Dibuat : Nov 30, 2017

Sistem Distribusi pada Power Plant
Listrik Indonesia | Mengenali sistem distribusi control sistem pada power plant, misalnya untuk PLTU. DCS (distributed control system) adalah sebuah sistem yang terintegrasi menggunakan kontroler, protokol komunikasi, dan komputer yang dapat memudahkan user untuk mengontrol peralatan-peralatan yang menggunakan sinyal analog maupun digital dari control room. jadi, ketika ingin mengontrol sebuah valve, tidak hanya kontrol on-off, tetapi juga berapa besar bukaannya semisal dari 0 – 100 persen bisa dilakukan dengan mudah. DCS system, pada power plant, hanya dibagi tiga bagian yaitu bagian boiler, turbin, dan auxiliary sistem (fuel and water).

Programmable Logic Controller (PLC) dan kontroler lainnya terletak di bawah DCS. Adapun panel-panel kontrol yang biasa disebut FCS (Field control station), dan Posisi MCC adalah pada kontrol panel. Jadi MCC sebagai panel kontrol untuk motor, ketika ingin mengontrolnya dari ruang pengontrol, maka memerlukan DCS untuk mengirim sinyal ke MCC.

Adapun proses digunakan PLTU sebagai berikut:
Raw Material Transportation and Processing, pada proses ini disiapkan bahan bakar dan air untuk bahan produksi steam, biasanya disebut auxiliary system. Mulai dari pengaturan rail pengangkut kereta, belt scale conveyor, coal drying, hingga siap masuk ke feeder.

Boiler Combustion (Pulverization of Coal / CFB), di Boiler terjadi pebakaran yang merupakan proses utama pada Thermal Powerplant. Karena proses pembakaran akan mempengaruhi efisiensi pembangkitan, jumlah bahan bakar yang digunakan, jumlah udara pembakaran yang sesuai untuk menghasilkan pembakaran yang cukup. Apabila kekurangan udara pembakaran dapat menyebabkan ledakan karena timbunan fuel, dan kelebihan udara pembakaran juga dapat menyebabkan pembakaran tidak efisien. Hal tersebut akan diatur seberapa besar pembakaran yang diperlukan menurut beban operasionalnya.

Turbine (Steam Turbine and Heat Recovery) Monitoring and Control, turbin juga mempunyai peranan penting. Sebuah sistem Digital Electro Hydraulic (DEH) digunakan sebagai sistem untuk keselamatan turbine ketika terjadi fault condition. Pada kondisi tertentu, kontrol turbin juga digunakan untuk mengatur frekuensi tegangan agar mengikuti tegangan jaringan.

Generator and Plant Electrical System Monitoring and Control, pada proses ini juga harus mengontrol Eksitasi Generator, serta pengamanan elektrikal.
Waste and Exhaust Treatment, dilakukan treatment pada hasil pembakaran seperti gas desulphurization dan slag transmission. Hal ini berguna untuk pengurangan emisi nitrogen, yang baik untuk keberlangsungan alam yang sehat.

Diagram umum dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap, yang dilansir oleh dunia-listrik.blogspot.co.id:
1. Cooling tower
2. Cooling water pump or Circulating water pump
3. Transmission line (3-phase)
4. Step-up transformer (3-phase)
5. Electric generator (3-phase)
6. Low pressure turbine
7a. Condensate pump
7b. Boiler Feedwater pump
8. Condenser
9. Intermediate pressure turbine
10. Steam governor or control valve
11. High pressure turbine
12. Deaerator
13. Feed heater
14. Reheater section (if any)
15. Steam generating heat source
16. Moisture separators.
(GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top