Smart Factory Schneider Cikarang, Terbesar di Asia  Gunakan Teknologi IoT dan EBT

Author : agus Dibuat : Jun 26, 2019

Smart Factory Schneider Cikarang, Terbesar di Asia  Gunakan Teknologi IoT dan EBT
Listrik Indonesia | Schneider Electric kembali memimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomatisasi dengan meng-upgrade pabriknya di Cikarang, yang menggabungkan sistem otomasi industri dan pemanfaatan energi terbarukan. 

Transformasi digital di Pabrik Cikarang yang sekaligus pabrik Engineer-to-order Schneider Electric terbesar di Asia tersebut meningkatkan produktivitas dengan merampingkan proses komunikasi dan meningkatkan keakuratan data dan informasi melalui pemanfaatan solusi EcoStruxure. 

Langkah ini sekaligus merupakan bagian dari program transformasi digital Schneider Electric secara global dan komitmen perusahaan terhadap netralitas karbon pada tahun 2030.

“Pabrik Cikarang merupakan pabrik Engineer-to-Order, salah satu pabrik global kami yang memproduksi panel untuk kebutuhan domestik maupun ekspor dengan spesifikasi yang berbeda tergantung pada kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu proses produksi di pabrik ini sangat bergantung pada sumber daya manusia," Jelas Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia, di Cikarang, Selasa (25/06).

“Pabrik pintar kami di Cikarang menunjukkan bagaimana transformasi digital menghasilkan peningkatan efisiensi, mengurangi waktu dan biaya, kesalahan operator dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada para staff dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan melalui visibilitas yang lebih baik. Pabrik pintar Cikarang, sejauh ini, telah menghasilkan peningkatan produktivitas dan efisiensi energi hingga 15%,” tambah Hemant Lakhotiya, Wakil Presiden APAC Region Equipment & Transformers Schneider Electric.

Adapun, transformasi digital ini meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar operator, serta meningkatkan efisiensi energi dan pelestarian lingkungan. Digitalisasi pabrik memungkinkan presisi yang lebih baik dalam pemeliharaan perangkat operasional sehingga mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan kualitas produk bagi pelanggan dan yang lebih penting, mengembangkan keterampilan tenaga kerja terhadap kemampuan analisa dan trend teknologi industri terkini. 

Sementara itu, Joko Sutopo, Plant Director Cikarang Factory mengatakan upaya digitalisasi ini dibuta bukan untuk menggeser keberadaan sumber daya manusia. "Transformasi digital diadakan bukan untuk menggeser keberadaan sumber daya manusia, melainkan mengefisiensikan sistem dan operasional yang berulang menjadi lebih ringkas." Jelasnya di acara yang sama.

Sebelumnya Schneider Electric juga telah melakukan transformasi digital untuk tiga pabriknya di Batam. Pabrik pintar ini berbasis IIoT (Industri Internet of Things) dan menjadi percontohan Kementerian Perindustrian Indonesia dalam upaya untuk mempercepat Industri 4.0 di sektor manufaktur. Schneider Electric di Batam juga bermitra dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri yang akan ingin berdiskusi dan membangun kompetensi dalam penerapan digitalisasi dan otomatisasi dengan merujuk pada praktik terbaik. (MAH)

Terakhir disunting : Jun 28, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top