Sosok Patriot Energi: Putty Terpikat Pulau Terpencil

Author : Franki Dibuat : Jul 26, 2016

Sosok Patriot Energi: Putty Terpikat Pulau Terpencil
Listrik Indonesia | Sempat merasa 'terdampar' mengikuti program Patriot Energi Kementerian ESDM, yang meng­ajak para sarjana tangguh untuk membantu melistriki daerah-daerah terpencil dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT), Putty Annisa Anugrah justru tergugah kecintaan­nya setelah enam bulan dikirim ke Kepulauan Mentawai. Apa saja tantangannya?

Lulusan Geo Fisika Universitas Indo­nesia 2015 ini tidak menyangka, terdampar di daerah terpencil yang sangat minim fasilitas. Betapa tidak, dia yang kelahiran Jakarta tiba-tiba menjadi Patriot Energi dan tinggal bersama masyarakat di kepulauan terpencil.

Menurut Putty, panggilan akrabnya, ia tulus mengabdikan diri dalam program ini, supaya proyek-proyek EBT yang dibuat pemerintah tepat sasaran, dinikmati masyarakat, dan mereka dapat mengelola listrik secara mandiri.

Masalahnya selama ini, pemerintah sudah banyak membangun pembangkit mikro hydro dan tenaga surya di pelosok, tetapi banyak yang rusak. Salah satu peran Patriot Energi adalah memberikan pelatihan, agar masyarakat bisa memelihara pembangkit listrik di desanya sendiri.

Putty adalah generasi pertama program Patriot Energi dan ditempatkan di Mentawai selama 6 bulan, mulai Oktober 2015-Maret 2016, untuk membantu instalasi listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
 
"Alhamdulillah, semua dapat diatasi. Setelah ada PLTS itu jadi ada les malam, yang tadinya nggak ada. Di sana mengajar juga, bantu masyarakat juga dalam penghematan penggunaan listrik," papar Putty.

Di sana, masyarakat mendapat jatah 250 KWh per kepala keluarga untuk 170 rumah, dan juga fasilitas umum. Ma­sya­ra­kat membayar iuran Rp10.000 per bulan.

"Ada dampak shock culture juga setelah ada listrik di Mentawai, anak-anak senang jadi malam-malam begadang berlarian, besoknya mereka telat bangun hingga telat ke sekolah. Terus juga malam-malam ada kegiatan baru, biasanya tidur jadi nonton televisi," tuturnya semangat.

Putty merasa bangga menjadi bagian dari Program Patriot Energi, karena tak sembarang orang dapat menjadi sukarelawan. Ada kompetensi yang harus dipenuhi untuk menjadi Patriot Energi. Seperti, harus punya kemampuan teknis mencari sumber-sumber EBT di desa terpencil. Harus punya daya juang tinggi dan mampu survive di daerah terpencil. Kemudian, harus memiliki semangat yang tinggi dan dapat menularkannya kepada masyarakat. Terpenting, calon Patriot Energi harus punya ketulusan untuk mau membantu masyarakat.

Kegiatan Patriot Energi KESDM dirancang untuk memberikan paradigma baru, bahwa pembangunan harus dimulai dari desa-desa dengan pondasi utama adalah keterlibatan masyarakat desa itu sendiri. (FR/DH)
 



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top