Stratup EBT Kian Menjamur

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Mar 19, 2020

Stratup EBT Kian Menjamur
Listrik Indonesia | Pengembangan Energi Baru dan Terbukan (EBT) kian diminati. Banyak perusahaan-perusahaan rintisan atau start up yang justru ikut memelopori pengembangan EBT. Hal tersebut juga diakui oleh pihak Kementerian ESDM.

Saat ini, menurut laporan yang bertajuk Mapping & Database Startup Indonesia 2018 dari Indonesia Digital Creative Industry Society jumlah perusahaan rintisan teknologi di Indonesia mencapai 992 startup. Dari jumlah tersebut, sebanyak 522 startup atau lebih dari separuh berada di wilayah Jabodetabek. Wilayah terbanyak kedua tempat tumbuhnya startup
adalah Sumatera, yakni mencapai 115 startup dan Jawa Timur terdapat 113 startup di urutan kedua.

Tentu, sebagian diantaranya merupakan perusahaan-perusahaan rintisan yang bergerak di EBT. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK), Kementerian ESDM Agung Pribadi, potensi EBT yang melimpah menjadi salah satu faktor-faktor yang mendorong pelaku usaha mengembangkan startup energi.

Menurut Agung, utilisasi EBT yang baru sebesar 2,1% dari potensi EBT sekitar 400 Giga Watt (GW) atau masih belum optimalnya pemanfaatan EBT, mendorong tumbuhnya perusahaan- perusahaan rintisan tersebut. Dan energi surya, dengan potensi 207 GW menjadi yang banyak diminati perusahaan- perusahaan rintisan EBT tersebut. Terlebih, permintaan energi surya terus meningkat, baik di kota-kota besar untuk kebutuhan atap surya, hingga ke daerah frontier untuk Solar Home System (SHS).

Agung mengatakan, industri EBT juga banyak berkembang di kawasan industri seperti Bekasi, Tangerang, juga daerah Surabaya dan sekitarnya. Hal ini juga diakui oleh Managing Director PT Xurya Daya Indonesia, Eka Himawan. Kepada Listrik Indonesia, Eka sempat mengungkapkan, dia mulai tertarik memantau perkembangan solar sel saat menjadi manager investasi sejak 2007.

“Ada gerakan itu, sudah meledak gila-gilaan. Waktu itu saya masih sebagai manajer investasi di Amerika. Saya bantu investasi dana masyarakat dan waktu itu saya fokus industrinya salah satunya solar panel dan investasinya sangat baik. Saya mulai bisnis solar panel tahun lalu (2018),” terang Eka.

Dengan banyaknya perusahaan rintisan EBT, dia berharap, agar para pebisnis yang ikut berinvestasi di EBT dapat diberikan fasilitas untuk pengembangan EBT, diberikan dukungan dalam bentuk penciptaan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. “Berikanlah pebinis iklim yang baik dan pikirkan untuk jangka waktu panjang,” harap Eka. (AB)

Tags : News
Terakhir disunting : Mar 19, 2020


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top