STT PLN: Diklat Vokasi Untuk Ketahanan Energi Nasional

Author : Franki Dibuat : Jul 4, 2018

Listrik Indonesia | Diklat vokasi STT PLN kembali mengadakan acara pisah-sambut kepada para siswanya. Hingga Batch ke 4 total siswa mencapai  94 peserta, para lulusan sudah ditunggu kehadirannya oleh perusahaan pembangkit untuk ditempatkan sesuai bidang keahliannya. Rabu, (4/7).

Bagi Ketua Sekolah Vokasi STT PLN, Ir. Teguh Juwono Diklat vokasi yang diadakan oleh STT PLN bukan hanya sekedar mencetak sumber daya manusia yang terampil dibidang kelistrikan. Tetapi, juga sebagai cikal bakal ketahanan energi nasional karena membuat perencanaan energi memerlukan interdisiplin, di Diklat Vokasi STT PLN para siswa dibina mental disiplin dan etika.

"Di sini kita ajari 75% praktik, nanti ketika memasuki dunia kerja ilmu yang kita beri dari non teknik ini bermanfaat bagi individualnya, dan berharap dari situ lulusan tidak hanya berkontribusi dari tenaga dan keahlian, namun juga pemikiran dan perencanaan untuk perusahaan dalam ketahanan energi," tuturnya.

Pada acara ini, STT PLN melepas siswa Batch 2 sebanyak 20 orang, dan menyambut batch 4 sebanyak 27 orang yang akan segera aktif belajar. Sementara, siswa batch 3 saat ini sedang ptoses pembelajaran.

Ketua STT PLN, Ir. Supriadi Legino mengatakan, Diklat vokasi ini masih didominasi oleh perusahaan pembangkit seperti PT DSSP yang kerap mengirimkan SDM-nya ke Diklat ini.

"Mereka (siswa lulusan, red) sudah ditunggu kehadirannya di perusahaan-perusahaan pembangkit listrik, perusahaan merasa puas menitipkan SDM-nya ke diklat vokasi sembagai penambah pengalaman dan wawasan," ucapnya.

"Jadi saya harap juga para siswa, dapat melanjutkan kembali jenjang pendidikannya di STT PLN. Jadi lulusan vokasi, kalau mau masuk D3 sudah ga perlu tes lagi," lanjutnya mengatakan.

Supriadi juga menjelaskan,  bahwa jenjang kualifikasi kompetensi saat ini dapat disetarakan dan diintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Hal ini sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012.

Jika Batch 1 sampai Batch 4 diklat vokasi masih fokus pada pembangkit batu bara, Diklat vokasi ke depan berencana ke sektor pembangkit tenaga diesel. Menurutnya, kendati PLTD mulai dikurangi akan tetapi pada dasarnya tidak bisa lepas dari PLTD.

"Kita akan mengembangkan PLTD yang dapat disandingkan dengan energi terbarukan," pungkasnya.  (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 4, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top