Subsea Connect: Masa Depan Bawah Laut Ada di Sini

Author : Franki Dibuat : Apr 9, 2019

Subsea Connect: Masa Depan Bawah Laut Ada di Sini
Listrik Indonesia | Eksplorasi bawah laut kita yang masih berlimpah dengan dengan berbagai kaekayaan alam, terutama minyak dan gas, kini tidak sulit lagi dan dapat dikelola dengan lebih efisien.

Baker Hughes a GE Company (BHGE) meluncurkan pendekatan baru dalam pembangunan proyek bawah laut dengan menggunakan Subsea Connect, termasuk di dalamnya sistem bawah laut Aptara™ TOTEX-lite, rangkaian teknologi baru dengan sistem modular yang ringan dan didesain khusus untuk pengeboran.

Dengan mengkombinasikan perencanaan dan manajemen risiko, teknologi laut dalam modular baru, kemitraan yang inovatif serta pemanfaatan teknologi digital ke dalam satu solusi, Subsea Connect dapat menghemat biaya pembangunan dari proyek-proyek bawah laut rata-rata 30 persen, serta berpotensi menambah cadangan minyak global hingga 16 miliar barel.

Dengan rangkaian solusi dari hulu ke hilir dan kemampuan koneksi yang lebih baik dalam setiap tahap pengembangan, BHGE memposisikan diri secara strategis dengan menguasai industri hingga 80 persen nilai biaya terkait proyek-proyek pengeboran lepas pantai. Dengan demikian BHGE memiliki peluang yang besar untuk dapat membantu menurunkan biaya Capex dan Opex yang harus dikeluarkan para operator pengeboran serta mengubah proyek-proyek yang tadinya tidak layak menjadi layak secara komersial.

Menurut President & CEO BHGE Oilfield Equipment Business Neil Saunders, “Pada tahun-tahun terakhir ini, industri telah mampu menurunkan biaya dalam proyek-proyek bawah laut hingga setara biaya pengembangan proyek onshore. Dengan perbedaan biaya yang lebih rendah, solusi Subsea Connect memungkinkan perubahan berkelanjutan mulai dari konsep hingga operasional suatu proyek pengeboran.”

“Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas bumi bawah laut yang substansial. Untuk mengeksplore-nya, tantangan seperti tingkat modal serta biaya operasional yang tinggi. Solusi Subsea Connect kami, menjawab masalah ini dengan menerapkan pendekatan bisnis baru untuk menurunkan total modal dan biaya operasional," ungkap Presiden Direktur BHGE Indonesia Iwan Chandra, seperti dalam siaran persnya yang diterima Listrik Indonesia, Selasa (9/4).

Subsea Connect merupakan kombinasi dari empat solusi penting, yaitu Project Connect, Reservoir to Topsides Technology Solutions, Flexible Partnerships and Commercial Models, dan Digital Enablement. Keseluruhannya dengan menerapkan tata kelola project yang efisien, fleksibel, menyeluruh, dan tentu didukung solusi digital terbaru. (AM/Fr)

Tags : News
Terakhir disunting : Apr 9, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top