Diskusi Panel & Launching Pameran Kelistrikan Indonesia 2013: Tekad PLN Membumikan Produk Lokal

Author : Administrator Dibuat : Jun 16, 2013

Diskusi Panel & Launching Pameran Kelistrikan Indonesia 2013: Tekad PLN Membumikan Produk Lokal
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berkomitmen meningkatkan penggunaan produk lokal. Hal itu wujud dari pelaksanaan Peraturan Menteri Perindustrian RI No 54 Tahun 2012 tanggal 21 Maret 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Membangun Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Diskusi Panel & Launching Pameran Kelistrikan Indonesia 2013 yang dilakukan PT PLN (Persero) bertempat di PT PLN Kantor Pusat Jakarta (13/6) merupakan awal dari rangkaian kegiatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-68. Launching Pameran Kelistrikan Indonesia oleh Direktur Utama PLN (Persero) Nur Pamudji yang didampingi Dirjen IUBTT Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, Direktur Operasi Jawa Bali Sumatera PLN selaku Ketua CIRED Indonesia Ngurah Adnyana, Direktur Niaga, Manajemen Risiko dan Kepatuhan Moch. Harry Jaya Pahlawan.

Pameran Kelistrikan Indonesia 2013 yang mengusung tema “Optimalisasi Tingkat Kandungan Lokal di Industri Ketenagalistrikan” akan dilangsung di Grand City Surabaya pada 23-25 Oktober 2013.

Dalam Diskusi Panel tersebut, menurut Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, produk dalam negeri tidak sepenuhnya ada dalam industri ketenagalistrikan di Indonesia. Padahal PLN setiap tahun mengeluarkan Capex tidak kurang dari Rp 50 triliun. "Sebagian dari pengeluaran itu mengalir ke luar negeri, sebagian kecilnya ke dalam negeri. Jika ini dialirkan ke dalam negeri akan ada multiflier effect yang luar biasa untuk industri dalam negeri," kata Nur Pamudji.

Dia mengatakan, keberpihakan PLN ke industri dalam negeri itu dibuktikan juga dengan memperbaiki sistem pengadaan di PLN. Salah satu terobosannya yaitu PLN melaksanakan pengadaan dengan open book system, sehingga metode pengadaan ini memungkinkan PLN untuk membeli langsung ke produsennya tanpa melalui perantara. "Kami sedang mendesain pengaaan terpusat yang memungkinkan penggunaan produk dalam negeri dan mendorong industri yang belum ada menjadi ada seperti switchyear," ujarnya.

Demikian juga dengan penggantian sparepart, akan didorong untuk menggunakan produk dalam negeri. Selain itu, menurut dia, mengimplementasikan penggunaan produk dalam negeri bagi listrik
swasta. Jika pemerintah mengatur dalam persentase, misalnya 41 persen produk dalam negeri untuk IPP (listrik swasta) kapasitas 600 MW, maka PLN akan mengatur listrik swasta itu untuk mencantumkan secara eksplisit produk yang digunakannya.

Dengan begitu, PLN menerapkan persyaratan lebih tegas bagi setiap perusahaan ataupun inivestor yang akan melakukan investasi di sektor ketenagalistrikan, baik yang dilakukan dalam membangun proyek milik PLN maupun yang dilakukan pengembang listrik swasta.
"Sehingga nantinya ketahuan komponen apa saja yang dipakai, apakah menggunakan produk dalam negeri atau bukan. Nantinya, kami akan memverifikasi seberapa besar produk dalam negeri pada listrik swasta itu," tuturnya.

Selain mendorong tumbuhnya industri dalam negeri, lanjut dia, penggunaan produk lokal tersebut berdampak pada bertambahnya pelanggan PLN sektor industri atau paling tidak, penggunaan listrik sektor industri akan bertambah. Sebab salah satu cara mengurangi tingkat susut yaitu dengan memperbanyak pelanggan industri baik tegangan menengah dan tinggi.

Sementara itu, Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana mengatakan, PLN selalu bertukar pikiran dengan pihak luar untuk mencari masukan mengetahui hal terkait suatu produk. "Jika negara mampu membuat produk dalam negeri kenapa tidak digunakan," katanya.

Dia mengakui, PLN telah banyak menggunakan produk dalam negeri, seperti trafo power. Sebelumnya, PLN melakukan impor dari China, tapi dengan mengetahui kompetensi kemampuan utilitas produk dalam negeri, akhirnya tidak lagi melakukan impor. "Inilah peran nyata PLN dalam mendukung penggunaan produk lokal untuk distribusi ketenagalistrikan," tuturnya.

Presiden Direktur PT UNINDO Emmanuel Domen mengatakan, sebagai perusahaan trafo, pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan produk dalam negeri. "Komponen lokal seharusnya bisa mendominasi pemenuhan kebutuhan sektor ketenagalistrikan dan diharapkan mampu memicu tumbuh kembangnya industri dalam negeri," katanya.

Sudah saatnya pembangunan sektor ketenagalistrikan diorientasikan pada kemampuan dalam negeri. Peningkatan kandungan komponen lokal pada pembangunan sektor ketenagalistrikan diharapkan akan mampu menjadi pemicu bagi tumbuh kembangnya industri dalam negeri. (DH)

Terakhir disunting : Jun 17, 2013


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top