Target Pemerintah di 2017, Terangi Ribuan Desa di Perbatasan

Author : Franki Dibuat : Feb 11, 2017

Target Pemerintah di 2017, Terangi Ribuan Desa di Perbatasan
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini telah menerangi beberapa desa diwilayah terdepan Indonesia. Ini dilakukan guna mengurangi jumlah desa yang belum memiliki aliran setrum. Adapun Desa yang sudah diterangi yakni Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Republik Demokrat Timur Leste (RDTL).

Menurut General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur, pihaknya (PLN NTT) menargetkan dalam waktu satu tahun dapat menyetrum sebanyak 1.182 desa di NTT. Khusus di kabupaten Belu sendiri terdapat sebanyak 5 desa yang belum memiliki aliran setrum antara lain Desa Dubesi, Lawalutolus, Faturika, Mandeu Raimanus, dan Desa Renrua.

"Kami membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, untuk mengizinkan lahan tempat mendirikan tiang listrik, dan mengizinkan pohon ditebang untuk dilewati kabel listrik. Dukungan pemda berkaitan dengan perizinan melewati kawasan hutan," ujar Richard belum lama ini di Jakarta.

Ia menerangkan, dalam melistriki wilayah tersebut, pihaknya membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sebesar 20 kilovolt (kV) disepanjang 5,6 kilometer sirkuit (KMS) dengan jaringan tegangan rendah (JTR) sebesar 220 volt sepanjang 5,5 kms.‎ ‎

"Pembangunan jaringan listrik ke Desa Duakoran berlokasi sekitar 30 km arah selatan Atambua, ibukota Kabupaten Belu, dikerjakan selama lima bulan sejak September 2016," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan mengapresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo, melalui PLN yang telah menyediakan kebutuhan setrum bagi warga desa di Kabupaten Belu, khususnya warga di Desa Duakoran.

Dirinya meminta kepada warga agar menggunakan fasilitas listrik untuk memajukan dan meningkatkan hal yang lebih produktif.

Diresmikan langsung oleh Ose Luan, PLN langsung melakukan input angka token listrik perdana pada pelanggan Kapela (gereja katolik kecil) Wehedan di Kampung Wehedan, Desa Duakoran. Kapela Wehedan sekaligus dimanfaatkan sebagai lokasi acara peresmian.

"Pengisian token listrik perdana sukses dan penyalaan pembatas arus listrik disaksikan General Manager PLN NTT Richard Safkaur, Manajer PLN Area Kupang Elpis Sinambela serta Camat Raimanuk, Marius F. Loe dan Kepala Desa Duakoran, Edmundus Ulu," bebernya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, ibu-ibu bisa nantinya akan menenun pada malam hari dan anak-anak belajar lebih baik agar lebih berprestasi. "Saya ini belajar dl memakai produk belajar pakai lampu teplok. Oleh itu karena itu saya harap adanya listrik akan membuat anak-anak lebih berprestasi," tandasnya. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top