Target Pemerintah Terangi 2.500 Desa Dengan LTSHE

Author : Franki Dibuat : Aug 14, 2018

Target Pemerintah Terangi 2.500 Desa Dengan LTSHE
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan dalam kurun waktu 2017-2019 dapat menerangi sebanyak 25.000 desa se-nusantara yang belum memiliki listrik.

Penerangan tersebut dilakukan dengan cara membagikan sebanyak 400.000 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa-desa tersebut, hal tersebut diungkapkan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Sumberdaya Alam dan Ekonomi, Dadan Kusdiana saat berkunjung ke Distrik Puldama, Yahukimo, Papua.

“Targetnya tahun depan sudah selesai semua, sebab ini sudah memasuki tahun kedua. Tahun ini targetnya kita sudah selesaikan 85% untuk pembagian LTSHE,” jelas Dadan. Seperti yang diberitakan (14/08).

Kriteria lokasi yang akan diberikan LTSHE telah diatur dalam peraturan Menteri ESDM Nomor 05 Tahun 2018 tentang Perubahan Permen 33 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyediaan LTSHE bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik.

Dalam peraturan tersebut setidaknya tercatat beberapa poin penting, di antaranya berada di kawasan perbatasan, tertinggal, terisolir dan pulau-pulau terluar. Jauh dari jangkauan PLN dan penerangan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) lainnya serta diprioritaskan untuk desa yang masih gelap gulita.

Ia mengatakan, dalam penyaluran LTSHE ini, pemerintah (Kementerian ESDM) terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) se;aku BUMN penunjang listrik Negara untuk penentuan lokasi yang akan diberikan LTSHE tersebut.

Pihaknay selalu berkoordinasi dengan PLN. Tahun ini (2018), pemerintah berkewajiban menerangi 1270 desa sementara PLN menerangi sebanyak 420 desa.

“Kalau itu tercapai berarti kita sudah mencapai elektrifikasi 98% di seluruh Indonesia,” paparnya.

Dikatakan olehnya, LTSHE ini merupakan program pra elektrifikasi dan ditargetkan bisa bertahan selama tiga tahun. Selanjutnya, setelah tiga tahun, desa-desa yang tadinya memiliki LTSHE ditargetkan sudah bisa dimasuki oleh listrik PLN.

“LTSHE ini dianggap cocok untuk dibagikan terhadap masyarakat yang belum teraliri listrik karena letak geografis desanya sulit dimasuki oleh PLN,” tandasnya. (Rg)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top