Tarik-Ulur Harga Listrik EBT

Author : Franki Dibuat : Nov 10, 2017

Tarik-Ulur Harga Listrik EBT
Listrik Indonesia | Harga listrik EBT masih menjadi pertimbangan, meskipun pemerintah telah  menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 yang mengatur Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Biaya investasi energi listrik berbasis EBT masih terhitung mahal, karena teknologi yang digunakan masih bergantung dari luar negeri. Lantaran industri dalam negeri belum memiliki kemampuan yang memadai. Hal ini dipaparkan oleh Dirjen EBTKE Rida Mulyana, yang dilansir listrikindonesia.com 25 Januari 2017.

Lebih lanjut Rida menyampaikan, Banyak aspek lain yang harus menjadi pertimbangan, mengingat EBT merupakan energi yang ramah lingkungan, dan keberlanjutannya dalam jangka panjang dibanding dengan energi fosil. Karena itu, saat ini pemerintah membentuk Tim Gabungan dari PLN, Pertamina, Dirjen EBTKE, Dirjen GATRIK dan tenaga ahli Kemeterian ESDM untuk menyusun rekomendasi kebijakan harga yang mendorong pemanfaatan EBT listrik on grid.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017, yang mengatur Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Dalam hal ini, Pemerintah menetapkan harga listrik yang diproduksi dari sumber energi energi baru terbarukan ditentukan berdasarkan biaya pokok produksi (BPP). BPP akan menjadi indikator penetapan patokan harga, bisa BPP wilayah setempat untuk di wilayah yang masih jarang ada pembangkit atau BPP nasional untuk wilayah yang sudah miliki banyak pembangkit.

Berikut daftar harga maksimal untuk listrik dari pembangkit EBT:
PLTS : 85% BPP setempat
PLTB : 85% BPP setempat
PLTA di bawah 10 MW : 85% BPP setempat
PLTBm : 85% BPP setempat
PLTBg : 85% BPP setempat
PLTSa : 100% BPP setempat
PLTP : 100% BPP setempat.

Kendati demikian, melalui berita dari metrotvnews.com. Bahwasannya, IPP swasta atau pengembang, mengakui tarif yang dipatok pemerintah melalui Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan, untuk penyediaan tenaga listrik masih dinilai tidak ekonomis bagi pengembang. Namun, pihaknya tetap sepakat dengan PLN untuk tetap menyalurkan listrik melalui PLN. Oleh karenannya, harga listrik untuk EBT dirasa masih tarik-ulur. (GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top