Teken MOU dan PPA, PLN: Percepat Rasio Elektrifikasi dengan EBT

Author : Franki Dibuat : May 19, 2017

Teken MOU dan PPA, PLN: Percepat Rasio Elektrifikasi dengan EBT
Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin (keenam dari kiri) pada penandatanganan MoU dan PPA dengan pengembang EBT di Kantor Pusat PLN, Jakarta. (Foto: Humas PLN)
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) terus menggenjot pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), antara lain dengan dilakukannya penandatanganan sebanyak 37 MoU dan dua PPA (Power Purchase Agreement/perjanjian jual-beli) dengan pengembang EBT. 

Rencananya, kapasitas EBT yang akan dibangun sebesar 283 Megawatt (MW), dengan perincian: Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) kapasitas 150 MW; Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLT Biomass ) kapasitas 55 MW; Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLT Biogas) kapasitas 71 MW; dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 7 MW.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Kantor PLN Pusat, dan disaksikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin.

Amir mengatakan, pihaknya menargetkan seluruh pembangkit dari EBT akan selesai dalam kurun waktu 18-24 bulan ke depan.

"Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat rasio elektrifikasi dengan melistriki desa-desa yang belum berlistrik serta mengejar target pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik," ungkap Amir di sela-sela penandatanganan MoU dan 2 PPA Energi Baru Terbarukan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, (19/05).

Amir mengungkapkan, dengan terbitnya Permen ESDM No.12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber EBT untuk Penyediaan Tenaga Listrik dan Kepmen ESDM No.1404 tahun 2017 tentang Besaran Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN, merupakan momentum yang tepat bagi PLN, karena selain untuk melistriki nusantara dengan energi baru dan terbarukan, juga dapat menurunkan BPP.

"Permen ESDM No. 12 tahun 2017 disambut baik oleh para pengembang, hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengembang yang terlibat dalam penandatanganan MoU hari ini," papar Amir.

Sekadar informasi, pembangkit EBT di Regional Sumatera sudah mencapai 1.506 MW atau sekitar 18% dari total kapasitas pembangkit terpasang, diharapkan pada 2025 nanti, prosentase pemanfaatan EBT bisa mencapai target 23%, karena ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan bauran EBT. (RG)

 

Tags : News
Terakhir disunting : May 19, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top