Terapkan BBM Satu Harga, Pertamina: Bukan Sekadar Untung Rugi

Author : Franki Dibuat : Dec 20, 2016

Terapkan BBM Satu Harga, Pertamina: Bukan Sekadar Untung Rugi
Listrik Indonesia | Sejumlah pihak meragukan PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga dari Sabang-Merauke. Hal tersebut dapat memicu terjadinya kerugian yang akan dialami oleh Pertamina.
 
Menurut Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang, BBM satu harga bukan hanya sekadar untung rugi perusahaan, melainkan akan menurunkan efisiensi Pertamina dalam hal menentukan harga BBM non subsidi agar lebih murah dari kompetitor. “Jadi BBM satu harga bukan masalah bicara rugi atau laba,” ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (19/12).
 
Ia menerangkan, Pertamina dalam menyalurkan BBM per tahunnya mencapai Rp83 miliar liter. “Oleh sebab itu, jika keuntungan dari Premium berkurang Rp100 saja per liter, maka margin profit Pertamina berkurang Rp8,3 triliun,” tambahnya.
 
Padahal dengan keuntungan itu, lanjutnya, Perseroan bisa menekan harga BBM non subsidi. Sehingga harga yang dihadirkan bisa di bawah rata-rata kompetitor.
 
“Kira-kira segitu. Karena efisiensi per liternya jadi murah. Kalau tidak percaya Pertamax milik Pertamina itu Rp7.600, pesaing berapa. Pertamina keluarin Pertamax Turbo 98 cuma Rp8.750 pesaing ron 95 di atas itu. Masih dianggap nggak efisien lagi,” paparnya.
 
Pria yang akrab disapa Abe itu mengungkapkan, jika margin profit dari Premium berkurang maka imbasnya harga BBM non subsidi tidak lagi kompetitif. “Bahkan saya yakin masyarakat yang sudah meninggalkan Premium bisa kembali lagi mengonsumsi BBM bersubsidi. Artinya kalau Pak Menteri menempatkan harga Premium bagus saja kita bisa pindahin ke Pertalite dan Pertamax. Kalau Premiumnya terlalu rendah, rugi, ini orang balik lagi, terlalu rugi bisa pindah lagi,” bebernya.
 
Namun begitu, perseroan tetap mendukung pemerintah untuk menerapkan BBM satu harga. Meskipun ada kemungkinan keuntungan Pertamina berkurang, namun Pertamina tak mungkin merugi lantaran keuntungan dari Premium selama ini dimanfaatkan untuk menekan harga BBM non subsidi. “Kalau Pertamina untung di sini membantu yang di sininya, itu anggap saja sodakoh. Jadi tidak rugi Pak Menteri,” tutup Abe. (GF)

Terakhir disunting : Dec 20, 2016


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top