Tergerus Kurs dan Pajak, PLN Alami Kerugian

Author : Franki Dibuat : Aug 31, 2018

Tergerus Kurs dan Pajak, PLN Alami Kerugian
Syofvi F Roekman, Direktur Perencanaan Korporat PLN. (Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) mengklaim bahwa pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp 5,3 triliun pada semester I tahun 2018, kerugian disebabkan karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata yang asing seperti dolar AS, padahal periode yang sama tahun lalu perseroan bisa mencatatkan laba sekitar Rp 2,03 T.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah tersebut berdampak pada biaya operasional perseroan.

Ia menambahkan, beban pajak perseroan selama semester I 2018 juga ikut membengkak, dari sebelumnya sebesar Rp 3,06 triliun menjadi Rp 7,2 T. Dikatakan olehnya, sebelumnya adanya pajak, BUMN listrik bisa mencatatkan laba sekitar Rp 1,8 T.

Kemudian, lanjutnya, total pendapatan perusahaan listrik negara ini mencapai Rp 131 T, pencapaian pendapatan tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni sekitar Rp 122,4 T.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN, Amir Rosidin mengungkapkan periode Juli 2018 ini keuntungan yang diperoleh perseroan di bawah Rp 1 T.

Ia menjelaskan, hingga Juli 2018 ini pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 5,1%, pihaknya berharap dalam beberapa bulan kedepan dapat meningkatkan konsumsi listrik, meski tidak mencapai dari target yakni sebesar 6,3%.

Lebih jauh Amir mengatakan, upaya meningkatkan penjualan listrik, pihaknya akan terus mendongkrak penggunaan listrik negara di daerah yang memiliki banyak pabrik pengolahan dan pemurnian tambang, seperti Maluku Utara (Halmahera) dan Kalimantan. (Rg)

Tags : News
Terakhir disunting : Aug 31, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top