Tingkatkan Kualitas Hidup di NTT, Penerangan dan Air Bersih Jadi Solusi

Author : Franki Dibuat : Mar 25, 2019

Tingkatkan Kualitas Hidup di NTT, Penerangan dan Air Bersih Jadi Solusi
Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur sektor ESDM di Nusa Tenggara Timur (NTT), Tahun Anggaran 2018, yaitu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), dan Sumur Bor Air Tanah, Sabtu (23/3).

"Arahan Bapak Presiden bahwa APBN yang notabene uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat. Kedua, Pembangunan harus berkeadilan sosial. Saya datang ke sini (NTT) karena daerah ini butuh mendapatkan perhatian yang lebih baik," kata Jonan dalam peresmian yang dipusatkan di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, seperti dirilis esdm.go.ig.

Jonan menjelaskan bahwa rendahnya rasio elektrifikasi di NTT menggerakkan hati Jonan untuk datang langsung melihat kondisi NTT. "Provinsi NTT untuk Rasio Elektrifikasi paling rendah (62 persen), saya memerintahkan PLN akan mati-matian untuk memenuhi 90 persen," kata Jonan.

Pada tahun 2018, sebanyak 1.034 titik PJU-TS terpasang di Kota Kupang (175 titik) dan Kab. Belu (425 titik). Rencananya, NTT juga akan mendapatkan tambahan PJU-TS 2.000 titik pada tahun 2019.

"Ini 10% dari rencana nasional di 2019 sekitar 21.839 titik. Pentingnya supaya jalan-jalan umum lebih terang dan tagihan listriknya lebih hemat," kata Jonan.

Sementara untuk pembangunan LTSHE, Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah yang mendapat alokasi pemasangan LTSHE sebanyak 4.284 unit yang tersebar pada 9 Kabupaten, yaitu Ende (89 unit), Flores Timur (555), Lembata (231), Alor (274), Sumba Timur (1.488), Sumba Tengah (532), Timor Tengah Selatan (766), Timor Tengah Utara (115), dan Belu (234).

Khusus pembangunan sumur bor air tanah, pada tahun 2018 telah dibangun sebanyak 11 unit yang tersebar di 5 kabupaten NTT, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 581 ribu m3/tahun, yang mampu melayani sebanyak 25,6 ribu jiwa penduduk.

"Air bersih ini penting sekali. Kalau gak ada lampu bisa pakai lilin untuk penerangan. Tapi, kalau gak ada air bersih, pakai apa? Apalagi banyak daerah NTT sulit air," kata Jonan.

Daerah yang mendapatkan layanan air bersih, dengan kedalaman sumur antara 57-165 dan pompa selam 3 PK, mencakup 6 unit untuk Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka (1 unit), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (1 unit).

Adapun tiga unit sumur bor lainnya untuk Kab. Alor  dan Kab. Rote Ndao sudah diresmikan pada 28 Februari 2019 di Rote Ndao.

Selanjutnya, pada 2019, NTT akan mendapatkan tambahan sebanyak 50 unit yang mampu melayani 150 ribu hingga 200 ribu jiwa warga. "Pembangunan tersebut supaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT," kata Jonan.  (NA)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top