Tingkatkan Penggunaan EBT, PLN Bangun PLTS 2,9 MW di Labuan Bajo

Author : Franki Dibuat : Apr 12, 2019

Tingkatkan Penggunaan EBT, PLN Bangun PLTS 2,9 MW di Labuan Bajo
Listrik Indonesia, Labuan Bajo | Dalam upaya untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal pada suatu daerah namun daerah tersebut jauh dari instalasi listrik PLN yang ada, maka solusi untuk penyediaan tenaga listrik tersebut adalah dengan cara mengembangkan pembangkit listrik komunal yang off-grid atau dikenal juga dengan micro-grid off grid.

Menghadapi hal ini, PLN akan membangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) off-grid dengan total kapasitas sebesar 2.920 kWp (2,9 MW) di 11 lokasi tersebar wilayah NTT.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) - Ignasius Jonan dalam acara peresmian PLTMG MPP Flores 20 MW di Dusun Rangko, Labuan Bajo, NTT (11/4) mengatakan bahwa Labuan Bajo merupakan daerah yang cocok untuk eco pariwisata, sehingga membutuhkan banyak penggunaan Energi Baru dan Terbarukam (EBT).

“Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini, ke depan akan menarik investor dan mendorong pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, jika Labuan Bajo ingin menjadi eco pariwisata, maka udaranya harus bersih. Untuk itu, pembangkit listrik yang tepat adalah gas dan PLTS,” kata Jonan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Timur, Nusra dan Bali, Djoko Abumanan mengatakan bahwa PLN optimistis mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini kita bangun untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terlistriki atau belum masuk jaringan listrik, selain itu juga demi mencapai target EBT 23% di 2019, dan mengurangi penggunaan diesel sebanyak 0,4% di 2025,” ungkap Djoko.

Rincian lokasi, jumlah pelanggan dan kapasitas PLTS Komunal diantaranya adalah:

1.  Miesa 468 pelanggan, kapasitas 530kWp
2.  Papa Garang, 333 pelanggan, kapasitas 380kWp
3.  Seraya Maranu 162 pelanggan, kapasitas 190kWp
4.  Batu Tiga, 102 pelanggan, kapasitas 120kWp
5.  Nuca Molas, 411 pelanggan, kapasitas 380kWp
6.  Usulanu, 82 pelanggan, kapasitas 70kWp
7.  Ternate, 474 pelanggan, kapasitas 280kWp
8.  Treweng, 180 pelanggan, kapasitas 110kWp
9.  Tribur, 431 pelanggan, kapasitas 250kWp
10. Perumaan, 458 pelanggan, kapasitas 420kWp
11. Kojandoi, 207 pelanggan, kapasitas 190kWp

Ke depan, PLTS ini akan mampu untuk menyediakan listrik bagi 3.308 rumah tangga. Adapun target beroperasinya PLTS Komunal tersebut pada Juni 2019.

Diharapkan melalui pembangunan PLTS Komunal ini sejumlah 3.308 pelanggan rumah tangga di 11 pulau tersebar mendapatkan listrik, sehingga dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di 11 pulau tersebut, selain itu juga mendorong pencapaian target penggunaan EBT 23% di 2025, dan mewujudkan komitmen pengurangan diesel sebesar 0,4% di 2025. (DH)

 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top