Trans Semarang Gunakan Gas PTNG

Author : Franki Dibuat : Jan 14, 2019

Trans Semarang Gunakan Gas PTNG
Listrik Indonesia | Angkutan umum Trans Semarang, kini menggunakan bahan bakar gas. Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang di resmi mulai dioperasikan beberapa hari lalu tersebut, bahan bakar gasnya disuplai PT Pertagas Niaga (PTGN). Gas berbentuk Compressed Natural Gas (CNG) Envogas  digunakan pada BRT tersebut demi mendukung konversi energi BBM ke energi bersih yang dalam hal ini memanfaatkan BBG.

VP Commercial Java PT Pertagas Niaga, Kusdi Widodo, mengatakan, langkah ini diharapkan semakin membuktikan dukkungan   pemanfaatan energi bersih ramah lingkungan, serta meningkatkan efisiensi.

"Pada tahap awal Suplai CNG Envogas diperoleh dari mobile refuelling unit (MRU) dan selanjutnya akan disuplai oleh 3 SPBG yang telah tersedia di kota Semarang yang dibangun Pertamina melalui dana APBN. Dengan 72 armada bus Trans Semarang koridor 1, 5, 6 dan 7 diharapkan selain bisa meningkatkan kualitas transportasi juga menyumbang lingkungan yang lebih bersih bagi warga Semarang dan sekitarnya," ungkap Kusdi.

Sebenarnya, Trans Semarang tersebut tidak sepenuhnya menggunakan gas, tetapi merupakan kendaraan berteknologi hybrid yang bisa menggunakan bahan bakar solar dan gas.  BRT tersebut dipasang  konverter dari Toyama Jepang, dengan perbandingan 30 solar dan 70 CNG.

 Solar yang dikonsumsi jauh berkurang dari biasanya dengan adanya converter gas. Dua bahan bakar itu menyatu membuat efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon yang keluar. Dari ujicoba yang pernah dilakukan,  bahan bakar   solar sepenuhnya membutuhkan 77 liter. Dengan rute yang sama, menggunakan bahan bakar gas (BBG), hanya perlu memakai sebanyak 19,5 liter solar dan 30 lsp CNG. Dengan demikian, terjadi penghematan hingga mencapai Rp100 ribu per unit bus per hari.

Guna memastikan pasokan gasnya, Walikota Semarang sempat langsung menghubungi Menteri ESDM agar  bisa secara berkelanjutan memberikan pasokan BBG.  Menurut Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, dia sudah mengirim surat kepada Menteri ESDM, untuk keberlanjutan suplai gas dan ditindaklanjuti dengan penugasan Pemerintah kepada Pertamina, untuk menyediakan gas dan mengaktifkan 3 SPBG yang sudah ada (di Mangkang, Kaligawe dan Penggaron). (AB)


 

Tags : News
Terakhir disunting : Jan 14, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top