Tujuh Alat Elektronik Pemboros Listrik

Author : Administrator Dibuat : Apr 5, 2016

Tujuh Alat Elektronik Pemboros Listrik
 
Listrik Indonesia | Banyak yang bisa membuat biaya atau pembayaran listrik di rumah tangga menjadi naik. Salah satunya karena memang karena Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang terus mengalami peningkatan. Yang membuat tarif listrik naik antara lain memang  indikator kurs, inflasi, dan ICP (Indonesia Crude Price). Itulah sebabnya harga naik secara bertahap, atau bahkan berfluktuasi.

Yang harus dipikirkan konsumen adalah bagaimana agar bisa terjadi penghematan? Tentu saja bila melawan ketentuan PLN adalah hal yang tidak mungkin. Yang paling memungkinkan adalah mengamati kembali barang elektronik yang ada di rumah kita, bagaimana pemakaian alat-alat rumah tangga dan perangkat elektronik di rumah kita? Salah satu yang harus dilakukan adalah, jika barang jarang dipakai, atau sudah selesai memakai alat tersebut, biasakan matikan dan cabut dari stop kontak agar listrik tidak teraliri terus.

Selanjutnya adalah mengamati satu per satu barang elektronik di rumah. Rumus awalnya, tidak membeli sembarangan barang elektronik. Bukan hanya harga murah barang tersebut yang harus dilihat tetapi diperhatikan juga besaran daya listriknya.

Ada beberapa  benda di rumah tangga yang memang harus diperhatikan secara detail agar tidak terjebak pemborosan listrik.

Yang pertama, Lampu Penerangan. Jika terbiasa beli lampu putih, itu sudah tidak tepat lagi. Kita bisa mencari yang spesifik untuk lampu penerangan, misalnya lampu LED (light emitting dioda). LED bisa diandalkan karena merupakan lampu tahan panas dengan ukuran watt kecil. Sedangkan lampu non-LED hanya membuat panas ruangan. Ruangan panas, maka AC pun jadi menambah beban.
Sesuaikan jumlah titik lampu dengan kebutuhan ruangan. Jika ruangan Anda tergolong luas, belilah LED dengan daya sorot luas ke berbagai penjuru. Bila Anda memiliki teknologi listrik bertenaga surya, rawatlah. Teknologi itu bermanfaat untuk penerangan di luar rumah atau bahkan taman.
 
Dua, Lemari Es/Kulkas. Jangan pernah memasukkan makanan atau minuman panas ke dalam lemari es. Karena ini akan membuat kinerja lemari es menjadi lebih berat. Kompresor pendingin semakin banyak mengonsumsi listrik. Jika berniat, misalnya, mendinginkan puding (agar-agar) pastikan hawa panas puding tersebut berkurang, lalu bisa dimasukkan ke kulkas.
Selain itu isi lemari es secukupnya. Jangan dimasukkan kosmetik yang memerlukan kondisi dingin ke lemari pendingin. Itu juga semakin memberatkan kinerja kondensor. Jangan lupa, bersihkan juga kondensor secara teratur.
 
Tiga, penyejuk udara (AC). Ini juga menguras energi listrik. Cara yang tepat digunakan adalah matikan pendingin ruangan bila keluar ruangan. Atur suhu ruangan sesuai kebutuhan. Jangan terlalu dingin ketika sedikit orang, dan suhu pun jangan terlalu rendah ketika banyak orang di ruangan. Hindari juga kebocoran udara luar. Jika udara dari luar ruang masuk, pendingin ruangan menjadi dua kali berkinerja lebih berat. Atur jadwal rutin pencucian/pembersihan pendingin ruangan.
 
Empat, Mesin Cuci.
Untuk mesin cuci, gunakan sesuai yang ditentukan. Jangan coba-coba memasukkan pakaian kotor lebih dari kapasitas kilogram yang ditentukan dari pabrik pembuatnya. Jika mesin cuci yang Anda miliki memiliki sistem pengeringan dengan listrik, hindari keseringan pemakaian. Bila tidak terlalu perlu, gunakan sinar matahari untuk mengeringkannya.
 
Lima, Atur Setrika Pakaian. Jika ingin menyetrika pakaian, cobalah sesuaikan dengan jenis panas yang tertera pada label pakaian. Jangan pasang panas yang tinggi untuk pakaian yang halus seperti linen. Hindari juga menyetrika dalam jumlah sedikit tapi sering. Lebih baik menyetrika dalam jumlah banyak tetapi intensitas yang sedikit jarang. Biasakan juga bersihkan bagian bawah setrika setiap waktu. Kotoran atau kerak yang menempel di bagian bawah setrika sebenarnya, selain membuat setrika menjadi tidak licin, juga membuat panas yang keluar menjadi tidak optimal.
 
Enam, rice cooker. Pertama, jika hendak membeli penanak nasi belilah dengan daya listrik yang kecil. Tidak usah terlalu besar kecuali jika memang jumlah anggota keluarga di rumah Anda cukup banyak. Satu hal yang banyak terlupakan orang adalah ketika memakai penanak nasi jangan dibarengi dengan banyak peralatan listrik yang digunakan. Pastikan ketika menanak nasi, jangan ada peralatan listrik lain yang berdaya listrik besar juga ikut nyala. Setelah nasi matang, cabut sambungan listrik dari steker. Kecuali, jika Anda ingin menghangatkan nasi, colokkan kembali.
 
Tujuh, mesin pompa air. Pompa air sering dinyalakan merupakan pemborosan. Praktisnya, gunakan bak penampung air dengan kapasitas besar, sehingga tidak sering-sering menyalakan pompa air. Pilih pompa air dengan sistem otomatis yang berhenti ketika bak penampung sudah penuh. Itu akan lebih praktis, baik air PAM maupun air sumur. Teliti juga apakah ada kebocoran air dari pipa. Terakhir, gunakan air dengan bijaksana dan secukupnya.  (ER/F)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top