Unik, Presiden Sambangi Asmat Dengan Motor Listrik

Author : Franki Dibuat : Apr 13, 2018

Unik, Presiden Sambangi Asmat Dengan Motor Listrik
Listrik Indonesia | Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Kamis, (12/04/2018) melakukan kunjungan ke Kabupaten Asmat, Papua.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Jayapura menuju Kabupaten Mimika. Kemudian Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter Super Puma untuk menuju ke Kabupaten Asmat.

Setibanya di Kabupaten Asmat, uniknya, saat Presiden Jokowi membonceng Iriana dengan motor listrik berplat RI-1 untuk menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak kurang lebih 2,8 kilometer.

“Biasanya setelah tiba di tempat tujuan, rangkaian kendaraan roda empat disusun untuk digunakan Presiden dan rombongan. Tapi, ada yang menarik, yakni rangkaian motor listrik digunakan Presiden dan Ibu Iriana selama mengunjungi Kabupaten Asmat,” terang Bey Macmudin melalui keterangan tertulisnya, seperti yang diberitakan (13/04).

Banyak warga yang menyambut kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini di sepanjang jalan. Jokowi dan Iriana yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang berwarna gelap serta menggunakan helm berwarna putih sesekali melambaikan tangan membalas sapaan warga.

Setibanya di Aula Wiyata Mandala, Jokowi dan Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Selain itu, keduanya juga berdialog dengan para ibu. Bahkan, beberapa kali, Jokowi menggendong anak-anak Papua.

Kemudian, Jokowi dan Iriana melanjutkan perjalanan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh.

“Di tempat tersebut, tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat, di antaranya jembatan gantung,” paparnya.

Untuk menuju ke proyek tersebut, Presiden harus mengendarai motor listrik melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari tiga (3) meter. Ketika berada ditengah jembatan, Jokowi dan Iriana disambut tari-tarian khas warga Papua.

Usai meninjau Kampung Kayeh, dengan menggunakan speed boat, Jokowi dan Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 unit.

Tahun ini, kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid sekitar 34 unit, Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga sekitar 33 unit, dan Kampung Warkai, Distrik Betsbamu sebanyak 33 unit.

Dikatakan olehnya, salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun yakni belum adanya jembatan penghubung antar kampung yang terpisahkan oleh sungai.

Oleh karena itu, Jokowi berjanji akan membangun empat (4) jembatan gantung dengan anggaran Rp46 miliar dengan lokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), Kampung Sawaerma (96 meter).

“Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter,” imbuhnya.

 “Untuk infrastruktur jembatan gantung menerobos ke arah pemukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer,” sambungnya.

Lebih jauh Ia mengatakan, semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan Presiden ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top