Wamen ESDM: Tarif PLTSa Berdasar Formula

Author : Franki Dibuat : May 17, 2018

Wamen ESDM: Tarif PLTSa Berdasar Formula
Listrik Indonesia | Demi mendorong pemanfaatan sampah kota sebagai sumber energi listrik, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Dengan pertimbangan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan demi kebersihan dan keindahan kota, pemerintah memandang perlu mempercepat pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan pada daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota tertentu. Pada 12 April 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dirilis laman esdm.go.id, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan, tariff PLTSa ditentukan berdasarkan formula, tidak lagi menggunakan feed-in-tariff. Hal itu berdasarkan formula tergantung berapa besar volume sampahnya, dan berapa besar kemampuan pemerintah daerah dari sisi tipping fee.

“Pengembangan waste energy jangan dipijakkan pada persoalan mencari keuntungan dengan adanya sampah. Lebih dari itu adalah terkait persoalan lingkungan dan kesehatan, persoalan bagaimana agar membuat kota jadi bersih,” ucap Arcandra.

Dengn demikian, dalam Perpres tentang PLTSa ada kententuan agar pemerintah daerah dapat menyediakan tipping fee dalam pengembangan waste energy. Jadi, pemerintah daerah memiliki uang untuk pengelolaan sampah, itu yang kemudian dimasukkan sebagai tipping fee untuk membangun PLTSa. (GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top