Waste Management Klungkung Masuk Jajaran Top 40 Inovasi Pelayanan Publik

Author : Franki Dibuat : Nov 8, 2018

Waste Management Klungkung Masuk Jajaran Top 40 Inovasi Pelayanan Publik
Listrik Indonesia | Inovasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Kabupaten Klungkung, Bali, mendapat penghargaan TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018, berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 636 tahun 2018.

Dalam kesempatan ini, hadir Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Penggagas TOSS dan Ketua STT PLN, Supriadi Legino, serta Project Manager LK-TOSS-KLISI Bali, Arief Noerhidayat, yang menerima penghargaan dan bersanding dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, sejumlah menteri, dan 40 instansi penerima penghargaan serupa.

Suwirta mengatakan, penghargaan ini adalah prestasi tim TOSS yang terdiri dari unsur pemerintahan Kabupaten Klungkung, PT Indonesia Power, dan juga tim LK-TOSS-KLISI Bali dari STT PLN. TOSS bukan saja menjadi solusi permasalahan sampah, tapi juga menjadi produk energi yang bermanfaat untuk industri UKM hingga ketenagalistrikan. "Selamat untuk kita. Mohon dukungan semua pihak agar inovasi ini bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Salam Gema Santi," ujar Suwirta.

Pada saat bersamaan, Supriadi menjelaskan, bahwa TOSS adalah suatu gagasan "distributed waste management and waste to energy". "Artinya, semua pihak dilibatkan, terlebih lagi masyarakat. Namun dibutuhkan sinergi berbasis triple helix (academic, business, government), agar skema TOSS ini dapat berjalan dengan baik," terang Supriadi.

Saat ini, TOSS telah menjadi solusi sampah di 18 desa di Kabupaten Klungkung, Bali. Tiga desa unggulan, yaitu Desa Gunaksa, Tangkas, dan Takmung (IPLT Lepang), mampu memproduksi pelet secara reguler dan dimanfaatkan oleh PT Indonesia Power untuk penelitian distributed power generation dengan metode gasifikasi.

Pelet dikonversi menjadi syntetic gas, kemudian dicampur dengan solar pada mesin diesel. Selama masa penelitian, syntetic gas ini mampu mensubtitusi solar hingga 80%. Saat ini Indonesia Power melanjutkan penelitiannya dengan mengkoneksikan ke Jaringan PS (pemakaian sendiri) di kantor Indonesia Power UP Bali, dan ke jaringan PLN di IPLT Lepang, Klungkung. Selain itu, pelet yang diproduksi oleh masyarakat juga sedang diteliti untuk kebutuhan co-firing 1-5% batu bara.

Supriadi menambahkan, "Saat ini TOSS sudah masuk pada penelitian industrial. Sehingga seluruh kajian industrial harus dilakukan secara mendalam agar menjadi suatu produk yang nyata, dan tentunya berkelanjutan".

Untuk itu, TOSS Klungkung merancang dan mengimplementasikan supply-value chain management system yang mudah dimengerti oleh masyarakat, dan juga continuity of supply dari produk pelet yang dihasilkan. "Supply-value chain management bukan berbicara sisi logistiknya saja, tapi seluruh proses dan teknologi dari hulu ke hilir, termasuk di dalamnya adalah sisi sosial-kemasyarakatan, kebijakan publik, komunikasi, dan psikologi," ujarnya.

Supply-Value Chain Management dapat dianalogikan sebagai rangkaian gear yang saling terhubung dan saling berputar. Oleh karena itu, seluruh elemen yang terlibat dalam TOSS Klungkung harus diberi peran dan juga harus dipercaya memegang peranan tersebut. (AM/fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top