Xurya Dukung PLTS Atap Untuk Industri

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Feb 26, 2020

Xurya Dukung PLTS Atap Untuk Industri
Listrik Indonesia | PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup energi terbarukan yang memelopori metode DP 0 dalam pembiavaan PLTS Atap, telah menggandeng lebih dari 20 pelaku industri dan bisnis dalam penggunaan PLTS Atap di fasilitasnya.

Eka Himawan, Managing Director Xurya Daya Indonesia mengatakan, Pemerintah kini sudah memberikan ruang untuk pengembangan EBT, ini meningkatkan gairah para pelaku industri dan bisnis untuk memasang PLTS Atap di fasilitas mereka. Tentunya Xurya turut mendukung pengembangan EBT ini dengan menjadi mitra para pelaku industri dan bisnis yang ingin pasang PLTS Atap, namun terkendala biaya investasi awal. 

"Kalau di Xurya tidak perlu mengeluarkan biaya investasi, kami akan memberikan akses green-financing murah, proses instalasi hingga perawatan PLTS Atap yang sudah terpasang di pelanggan kami," ucapnya dalam Acara Customer Sharing Session di Jakarta. Rabu, (26/2).

Menurutnya, selain dapat menekan biaya penggunaan listrik, pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan industri dan bisnis juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk menerapkan efisiensi energi yang lebih bersih, berkelanjutan dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan karena mengurangi produksi CO2.

Salah satu mitra Xurya ialah MGM Bosco Logistics dengan lini usaha industri rantai pendingin dan penyedia kendaraan pendingin. Liza Amalia, Logistic Solution Manager MGM Bosco Logistics mengungkap, sebagai pemain di industri rantai pendingin harus selalu menjaga suhu di gudang penyimpanan dan konsumsi energi listrik merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar dalam pengelolaan Gudang pendingin. Tarif listrik kedepannya akan mengalami kenaikan, sehingga pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS Atap merupakan salah satu langkah strategis untuk menekan biaya operasional sekaligus menerapkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Biaya tagihan listrik kami menurun hampir 20 persen setelah menggunakan PLTS Atap. Tanpa mengeluarkan biaya investasi, kami dapat melakukan penghematan sekaligus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Sebagai rantai pendingin pertama di Indonesia yang menggunakan PLTS Atap, sesuai komitmen kami dalam waktu dekat kami akan memasang PLTS Atap ini di fasilitas lainnya yang berlokasi di Bekasi dan Makassar," ungkap Liza.

Dijelaskan Martha Relitha Sibarani, Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Aneka EBT Kementerian ESDM. Bahwa penggunaan PLTS Atap untuk industri dan bisnis juga telah mendapatkan dukungan dari kementerian ESDM melalui terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2019 tentang Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri Yang Dilaksanakan Berdasarkan Izin Operasi dan revisi Peraturan Menteri ESDM nomor 49/2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN dengan peraturan perubahannya Peraturan Menteri ESDM nomor 13/2019 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 16/2019.

Perubahan Peraturan Menteri ini diharapkan dapat meningkatkan industri, bisnis untuk berinvestasi dan akan mendorong tercapainya target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025.

"Dengan adanya Xurya, cukup membantu kami untuk mengimplementasikan penggunaan PLTS Atap di komplek industri atau bangunan komersial," pungkas Martha. (CR)

Terakhir disunting : Feb 26, 2020


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top