Yuk Berhemat, Kendalikan Tagihan Listrik

Author : Franki Dibuat : Nov 26, 2016

Yuk Berhemat, Kendalikan Tagihan Listrik
Listrik Indonesia | Pemerintah telah memutuskan akan mencabut subsidi listrik secara bertahap pelanggan golongan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTMP) mulai 1 Januari 2017. Hal ini karena dampak pada kenaikan tarif dasar listrik yang terjadi.
 
Seiring pencabutan listrik pada tahap I, tarif listrik akan naik menjadi Rp 98 ribu perbulan yang sebelumnya sekitar Rp 74 ribu perbulan. Pencabutan listrik tahap I dilakukan mulai Januari sampai Februari 2017.
 
Kemudian tahap II pada Maret sampai April 2017, tarif listrik kembali naik sekitar Rp 130 ribu perbulan. Selanjutnya tahap III pada Mei sampai Juni 2017, pemerintah kembali menaikkan tarif listrik Rp 180 ribu perbulan.
 
Alhasil setelah Juni tarif listrik golongan 900 VA tidak disubsidi lagi sehingga tarifnya mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah, harga minyak, dan tingkat inflasi. Jika rupiah melemah, inflasi dan harga minyak naik, maka tarif listrik kemungkinan besar akan ikut disesuaikan.

Lebih dari 18 juta pelanggan PLN golongan 900 VA tidak lagi menerima subsidi dari pemerintah, kini harus mengatur strategi dalam memakai listrik agar tagihan listrik bulanan tidak mengganggu keuangan keluarga.
 
Berikut beberapa tips hemat dalam menggunakan listrik agar tagihan bulanan Anda tidak melonjak drastis.
 
Pertama, menggunakan lampu LED (Light Emitting Dioda), dengan mengganti lampu pijar di rumah Anda dengan lampu LED, hal ini bisa menghemat tagihan listrik. Selain lebih hemat, lampu LED lebih terang dan lebih tahan lama.
 
Cahaya yang dihasilkan lebih terang, setara dengan lampu biasa dengan Watt yang besar. Jika lampu biasa pijar Anda memakai lampu 70 watt, dengan lampu LED cukup memakai 5-8 Watt. Lampu ini lebih hemat karena Watt yang digunakan lebih rendah hingga 80% dari lampu biasa.
 
Hanya saja harga lampu LED lebih mahal dari lampu biasa dan hal ini yang menjadi kendala. Pilihlah lampu LED yang sedang dalam masa promosi di supermarket dan gunakan kartu kredit agar Anda mendapatkan cashback atau point reward.
 
Kedua, hemat listrik saat malam hari. Ubahlah kebiasaan penggunaan listrik pada malam hari. Jika sebelumnya seluruh lampu di rumah Anda dihidupkan saat Anda dan keluarga terlelap tidur, cobalah matikan sebagian lampu di bagian rumah yang tidak diperlukan.
 
Seperti di kamar mandi, di ruang tamu, dan bagian lainnya, atau jika sebelumnya di garasi rumah ada dua lampu, kini Anda cukup menggunakan satu lampu. Cara seperti ini cukup menghemat tagihan listrik bulanan. Selain itu, hal ini juga tentunya membantu menjaga agar lampu bertahan lebih lama.
 
Ketiga, ganti meteran listrik Anda dengan prabayar. Mengapa Anda perlu beralih ke sistem prabayar.? Salah satunya, sistem prabayar untuk mempermudah mengontrol pemakaian listrik, dan Anda tidak dikenakan biaya abodemen setiap bulan. Biaya ini dikenakan bagi pelanggan listrik yang masih menggunakan sistem pasca bayar.
 
Umumnya biaya abodemen tagihan listrik pasca bayar sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan tergantung golongan tarif. Jika Anda berganti ke sistem pra bayar dengan sistem pulsa listrik, Anda bisa menghemat biaya abodemen.
 
Keempat, hemat memakai AC (Air Conditioner). Pada dasarnya mesin pendingin ruangan ini lebih banyak mengkonsumsi listrik dibanding alat elektronik lainnya. Jika Anda sering menggunakan AC di kamar dan ruang tamu, gunakan AC dengan efektif, suhu tidak terlalu rendah dan tidak menyala sepanjang hari..

Terakhir, lakukan penghematan dari hal kecil. Menghemat konsumsi listrik harus Anda lakukan setiap saat. Jika Anda pergi keluar rumah dalam waktu cukup lama, sebaiknya matikan semua lampu di rumah Anda, kecuali beberapa yang dibutuhkan. Penghematan lainnya, yakni mencabut colokan barang elektronik jika tidak digunakan. Termasuk charger ponsel, charger laptop, kabel komputer, penanak nasi, dsb, yang tidak digunakan.
 
Cara-cara di atas dapat menghemat listrik, hanya jika dilakukan secara terus menerus, konsisten, dan menjadi kebiasaan yang baik untuk dilakukan seluruh anggota keluarga. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top