NEWS
Trending

15 Desa di Riau Kini Terlistriki

15 Desa di Riau Kini Terlistriki
Listrik Indonesia, Pekanbaru | Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus membangun infrastruktur listrik ke desa-desa hingga ke pulau-pulau terdepan di garis perbatasan. Salah satu contohnya dengan menambahkan kapasitas mesin pembangkit, penambahan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) seperti yang dilakukan di Kepulauan Riau (Kepri).  

Hal ini dilakukan guna mewujudkan impian seluruh masyarakat desa untuk bisa menikmati listrik PLN, untuk itu diperlukan kerja sama yang solid antara PLN dengan pemerintah daerah, Forkominda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), tokoh masyarakat, dan warga yang lahannya di lewati atau ditempati jaringan listrik PLN. Kerja sama yang solid akan mempercepat infrastruktur kelistrikan sampai ke desa

Pada 2016 PLN telah menginvestasikan dana sebesar Rp 187 miliar untuk membangun JTM 108,87 kms, JTR 95,146 kms dan menambah kapasitas gardu distribusi sebesar 3.450 kVA. Dengan harapan, investasi pada infrastruktur kelistrikan dapat memajukan masyarakat desa sehingga ekonomi menjadi tumbuh dan tentunya listrik digunakan sebagai penggerak ekonomi .

Berdasarkan data PLN di 2015, Rasio Desa berlistrik di Kepulauan Riau mencapai 75,05 %. Rinciannya, dari total 417 desa, ada 313 desa telah berlistrik, dan 104 desa sisanya belum berlistrik.

Namun, di pengujung 2016 PLN telah menambahkan 15 desa berlistrik. Adapun 15 desa yang terliatrik oleh PLN yakni, 2 desa di Kabupaten Anambas , 6 desa di Kabupaten Natuna , 5 desa di Kabupaten Lingga dan 2 desa di Kabupaten Karimun. Sehingga, ada 322 desa berlistrik di Kepri dan 95 desa yang belum teraliri listrik. Kondisi ini menambah rasio desa berlistrik menjadi 77,22 %.

GM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), Feby Joko Priharto, beraama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, pada 30 Desember 2016 bertempat di desa Gading Sari Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun, meresmikan 15 desa baru berlistrik. Dalam sambutannya, Nurdin menyambut baik dan bersyukur atas upaya PLN dalam membangun infrastruktur listrik pedesaan di Kepri.

Nurdin berpesan agar listrik yang sudah ada di desa dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekomoni warga desa. "Sehingga kondisi desa semakin maju , warga nya bertambah pintar, hasil industri rumah tangga semakin meningkat," kata Nurdin di Kepri, (30/12).

Sementara dalam sambutannya, Feby berpesan agar infrastruktur listrik pedesaan dapat dijaga bersama. Sehingga aset yang telah dibangun dapat terpelihara dan beroperasi untuk melayani masyarakat desa dengan kualitas yang baik.

"Selain peningkatan Rasio Desa Berlistrik, kita (PLN) telah melakukan peningkatan jam nyala di beberapa desa Provinsi Kepri, yaitu desa Marok Tua, Marok Kecil, Resang, Bakong, Pancur dan Pauh. Desa tersebut semula memiliki jam nyala selama 14 jam setelah adanya peningkatan yang dilakukan oleh PLN jam nyala tersebut berubah menjadi 24 jam," ungkap Feby.

Sekadar informasi, pada acara peresmian ini melalui PLN Peduli juga menyalurkan dana CSR sebanyak Rp 80 juta, dengan rincian bantuan anak yatim sebesar Rp 30 juta dan bantuan penyediaan air bersih sebesar Rp 50 juta untuk Pulau Parit. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button