Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS Electric Equipment POWER TECH
Trending

1 di Antara 5 Pemilik Mobil Listrik Kembali ke Kendaraan Biasa

1 di Antara 5 Pemilik Mobil Listrik Kembali ke Kendaraan Biasa
Mustang Mach-E GT Performance Edition luaran Ford [Foto: businessinsider.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Cukup tiga menit, Anda dapat mengisi tangki bensin Ford Mustang. Setelahnya, mobil Anda sanggup melaju sejauh 300 mil dengan mesin V8-nya.

Tetapi untuk Mustang Mach-E listrik, menurut analis otomotif Bloomberg Kevin Tynan, setelah isi daya listrik di rumah cuma dalam waktu yang sama, mampu menempuh menempuh tiga mil perjalanan.
 
"Jika semalaman (isi daya), kami mampu menempuh perjalanan 36 mil," katanya kepada Insider, yang laporannya ditayangkan pada 30 April 2021. 

Tynan membawa mobil listriknya ke kantor Ford. Ia mengisi daya di sana karena penasaran atas performa mobilnya yang di-charge di rumah. Ia bertanya-tanya, apa masalah kendaraannya?

BACA JUGA: Platform E-GMP Mobil Listrik Kia, Dukung Isi Daya Cepat

Diketahui, tegangan listrik rumahnya cuma 120 volt. Pengguna kendaraan listrik mengenalnya sebagai pengisian daya "level 1". 

Pengisian daya yang cukup bertenaga membutuhkan sumber listrik bertegangan 240 volt (level 2). 

Sebagai perbandingan,  superchargers Tesla dapat mengisi penuh baterainya kurang satu jam, dari sumber tenaga listrik 480 volt.

Perbedaan itu bak antara siang dan malam, menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Energy oleh peneliti University of California Davis Scott Hardman dan Gil Tal --yang menyurvei warga Kalifornia yang membeli mobil listrik antara 2012 dan 2018.

Dipaparkan, satu dari lima pemilik kendaraan listrik plug-in (PEV) beralih kembali ke mobil bertenaga gas dan atau bahan bakar fosil. Penyebabnya utamanya adalah soal isi ulang daya baterai yang merepotkan dan tidak maksimal.

Ditemukan pula lebih 70 persen pemilik kendaraan listrik tidak memiliki akses ke pengisian level 2 di rumah. Juga mereka tidak memiliki koneksi level 2 di tempat kerja.

"Jika Anda tidak memiliki koneksi daya listrik level 2 maka pengisian daya listrik dapat dipastikan trak berjalan sepenuhnya," kata Tynan, yang telah menguji berbagai merek dan model PEV selama bertahun-tahun untuk penelitiannya.

BACA JUGA: Cara Isi Ulang Baterai Kendaraan di SPKLU PLN

Bahkan dengan pengisian yang lebih cepat, sebuah Chevy Bolt yang dia uji masih membutuhkan hampir enam jam untuk menempuh perjalanan hingga 300 mil. Sementara mobil yang mengisi bahan bakar fosil di SPBU hanya membutuhkan beberapa menit.

Kendaraan listrik berkembang pesat beberapa tahun terakhir dalam hal jangkauan, keamanan, kenyamanan, dan fitur teknologi. Namun, menurut Hardman dan Tal, sangat sedikit yang berubah dalam hal cara pengisian daya.

Para peneliti memperingatkan bahwa tren tersebut dapat mempersulit pencapaian target penjualan kendaraan listrik di Kalifornia dan negara lain, dan pertumbuhan pasar secara keseluruhan.

"Tidak boleh diasumsikan bahwa setelah konsumen membeli plug-in electric vehicle (PEV), mereka akan terus memilikinya," tulis Hardman dan Tal. 

BACA JUGA: Mobil Listrik Naik Daun, Tembaga dan Aluminium Laris

Memperbaiki masalah pengisian daya membutuhkan lebih banyak peran produsen kendaraan. Bahkan Tesla, yang secara mudah memimpin di kelasnya, hanya mampu memperoleh keuntungan pada kuartal pertama dengan menjual kredit energi dan bitcoin.

"Untuk semua pembuat mobil lama, bagian untung dan rugi itu penting. Itulah mengapa Anda melakukan upaya setengah-setengah pada elektrifikasi," kata Tynan.

Wah, bisa berabe urusan transisi energi jika tak segera ditemukan teknologi isi ulang daya baterai kendaraan listrik. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button