NEWS
Trending

2018, PLN Targetkan Penjualan Listrik Naik 7 Persen

2018, PLN Targetkan Penjualan Listrik Naik 7 Persen
Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero). (Foto: Galuh Firdaus)
Listrik Indonesia | Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Barat, PT PLN (Persero), Haryanto WS menyatakan penjualan kilo Watt hours (kWh) listrik tahun 2018 ditargetkan naik sebesar tujuh (7) persen dibandingkan tahun sebelumnya (2017).

"Untuk beban normal wilayah Jawa Bagian Barat sebesar 70 Teta Watt hours (TWh) dan diyakini tahun 2018 akan meningkat, terlebih untuk di wilayah Jakarta akan ada event internasional Asian Games," jelas Haryanto, Jakarta (03/01/2018).

Menurutnya, target sambungan pelanggan listrik baru tahun 2017 lalu, sebesar 280.000 sambungan. Sementara realisasinya melebihi dari target 10 persen. "Kelebihan sambungan ini lebih banyak dikontribusikan dari wilayah Jakarta dan Banten," paparnya.

Untuk wilayah Jakarta pertumbuhan penjualan kWh listrik ada tahun lalu tumbuh dua persen dan wilayah Banten sekitar tujuh persen. Sementara, untuk wilayah lain tidak terlalu mencolok pertumbuhannya. "Dengan masifnya pembangunan di dua propinsi ini, target pertumbuhan tujuh persen sangat optimis tercapai," kata Haryanto.

"Jakarta dan Banten adalah dua dari tiga wilayah di Indonesia yang secara pembukuan itu adalah untung, kita PLN sangat bertumpu kepada Jakarta dan Banten, karena harga jual rata - ratanya lebih baik atau lebih tinggi dibandingkan biaya pokok penjualan, tahun lalu kita luar biasa sekali meningkat tajam dan ini mendapatkan apresiasi oleh pemerintah," tambah Haryanto.

Ia mengungkapkan, dari sisi pendapatan tahun 2017 terjadi peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2016). Haryanto berharap tahun 2018 pendapatan Perseroan akan lebih meningkat dan dibarengi dengan penambahan jumlah pelanggan. Meskipun ada tantangan yang cukup besar karena 2018 adalah tahun politik.

"Kita berharap bahwa himbauan dari pemerintah agar kalangan usaha terus giat dan tidak terpengaruh dengan kegiatan politik, sehingga perekonomian 2018 akan semakin baik," imbuhnya.

Lebih jauh Haryanto mengatakan, untuk mencapai target penjualan kWh listrik, PLN terus berupaya menekan angka gangguan suplai listrik dan keandalan sistem.

"Tahun 2017 lalu rata-rata gangguan mencapai 10 persen. Diharapkan di tahun 2018, gangguan tersebut dapat ditekan lagi sehingga suplai ke industri dan rumah tangga lancar," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button