NEWS
Trending

8 Mobile Power Plant PLN, GE Gandeng Perusahaan Hungaria dan Kanada

8 Mobile Power Plant PLN, GE Gandeng Perusahaan Hungaria dan Kanada
Listrik Indonesia | Untuk pertama kalinya dua lembaga pendanaan kredit internasional terkemuka asal Hungaria dan Kanada, Hungarian Export Import Bank Plc. (HEXIM) dan Export Development Canada (EDC), bermitra sebagai kreditur dengan GE membiayai investasi penerapan 8 Mobile Power Plant (MPP/pembangkit listrik bergerak) milik PT PLN (Persero) berkapasitas 500 Megawatt (MW).

Masing-masing kreditur memiliki partisipasi yang setara dalam komitmen finansial. Komitmen finansial bagian HEXIM didanai oleh Hungarian Export Credit Insurance Company (MEHIB) sementara EDC menyediakan pembiayaan langsung. Standard Chartered Bank bertindak sebagai pihak yang mengkoordinasikan tugas-tugas administrasi.

Menurut CEO HEXIM Zoltán Urbán, mengatakan, General Electric di Hungaria telah bekerja sama dengan lebih dari 600 pemasok Hungaria sehingga GE adalah mitra strategis bagi Pemerintah Hungaria. "15 dari 20 turbin yang akan digunakan di manufaktur  Hungaria (Veresegyhaz), akan meningkatkan volume ekspor Hungaria ke Indonesia secara signifikan. Kesepakatan ini juga membuktikan bahwa Hungaria berperan penting dalam mata rantai energi global," katanya dalam rilis yang diterima listrikindonesia.com di Jakarta, Selasa (13/12).

Selain itu, kesepakatan ini juga memberi energi positif bagi kinerja PDB Hungaria. Dengan partisipasi terbesar yang pernah dilakukan sebagai pemberi kredit bersama-sama EDC, HEXIM memperkokoh kehadirannya di pasar pembiayaan kredit internasional.

"EDC sangat senang telah berpartisipasi dalam penyediaan kredit untuk proyek listrik penting di Indonesia sekaligus memberikan dukungan kepada klien strategis global kami, yaitu GE," tambah Carl Burlock, EDC Senior Vice-President Financing and Investments.

Pasalnya, proyek pembangkit listrik mobile merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mempercepat prioritas pemerintah untuk menginstal tambahan kapasitas listrik baru pada 2019.
 
Divisi Global Capital Markets, GE Energy Financial Services menjadi penasihat keuangan untuk PLN, dan akan membantu untuk mewujudkan infrastruktur energi untuk Indonesia.
 
Kesepakatan kredit berjangka dua belas tahun sejumlah US$ 435 juta, telah ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT PLN Sarwono, beberapa waktu lalu.
 
Menurut Sarwono, PLN akan memperluas akses listrik di Indonesia dan mendukung program pemerintah untuk mengembangkan kapasitas listrik tambahan pada 2019, hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Dengan demikian, kita telah memanfaatkan pendanaan ECA tanpa jaminan pemerintah dalam portofolio pembiayaan kami selain pembiayaan dari lembaga bilateral dan multilateral lainnya," kata Sarwono.
 
Pada awal 2015, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan untuk menambah kapasitas listrik baru terpasang 35.000 megawatt pada 2019, hal tersebut guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan meningkatkan investasi sektor swasta di bidang infrastruktur. "Dengan lebih dari 17.000 pulau, kapasitas yang dibutuhkan lebih kepada jenis pembangkit yang skala kecil dan dapat diterapkan secara lokal," ungkapnya.

Sementara, Country Director GE Power Indonesia David Hutagalung, mengatakan pihaknya sangat senang dapat membantu PLN dalam melistriki Indonesia.

"Kami sangat senang dapat turut berperan dalam mengembangkan sektor energi dan ekonomi secara keseluruhan di Indonesia, dengan menyediakan baik teknologi maupun solusi pembiayaan untuk PLN dan anak-anak perusahaannya sehingga dapat menyediakan listrik yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia," ungkap David.

Sekadar informasi, GE telah berhasil masangkan sebanyak 20 unit pembangkit listrik mobile GE TM2500 dengan kapasitas mencapai 500 MW.

Adapun total 500 MW tersebut tersebar di delapan lokasi di Indonesia, di antaranya, Lampung (100 MW); Pontianak (100 MW); Bangka (50MW); Riau (75MW); Belitung (25 MW); Ampenan (50 MW); Paya Pasir (75 MW) dan Nias (25 MW). Daerah tersebut merupakan kawasan yang sangat membutuhkan infrastruktur listrik tambahan. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button