NEWS
Trending

ABM Investama Berhasil Meraih Penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating 2018

ABM Investama Berhasil Meraih Penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating 2018
Listrik Indonesia | PT ABM Investama Tbk (ABM), perusahaan energi terintegrasi nasional, mendapatkan penghargaan kategori Silver untuk laporan berkelanjutan (sustainability report) yang dirilis 2017 pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASR Rating) 2018. Laporan Keberlanjutan ABM 2017 dengan tema “Bertumbuh dalam Berkelanjutan” merupakan laporan perdana yang diterbitkan secara terpisah dari Laporan Tahunan ABM Investama.

ASR Rating 2018 merupakan program yang diinisiasi oleh National Center For Sustainability Reporting (NCSR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Tahun ini menjadi yang pertama kali bagi NCSR membentuk ASR Rating 2018 yang sebelumnya disebut Sustainibility Reporting Awards (SRA) yang telah berlangsung sejak 2005. Tak hanya Indonesia, ASR Rating 2018 menganugerahkan penghargaan bagi 56 perusahaan dari Malaysia, Singapura, dan Banglades yang melaporkan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dengan aspek bisnis dan operasinya.

Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara mengatakan, penghargaan yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa ABM berkomitmen untuk terus transparan kepada publik terhadap kinerja perusahaan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan merupakan bagian dari budaya ABM Investama dan ini memberikan dampak positif bagi bisnis perusahaan dan juga para pemangku kepentingan. Dengan itu, ABM Investama tidak hanya memikirkan kepentingan saat ini, namun juga bertanggungjawab dan berorientasi ke masa depan,” kata Andi dalam siaran pers yang diterima redaksi listrikindonesia.com (26/12).

Berkaitan dengan aspek ekonomi, pada 2017, ABM Investama mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan pendapatan bersih sebesar US$ 690,7 juta, naik 16,94% dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 590,7 juta. Dengan bertambahnya pendapatan, maka konstribusi ABM kepada negara melalui pembayaran pajak penghasilan juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 7,59% dari semula US$ 6.5 juta pada tahun 2016, menjadi sebesar US$ 7 juta pada 2017.

Menurut Andi, meningkatnya kinerja ekonomi tahun 2017 menjadi bukti keberhasilan strategi ABM yang fokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan batu bara. Strategi ini sejalan dengan konsolidasi yang dilakukan oleh perusahaan sebagai supply chain bisnis batu bara di Indonesia.

“Penguatan harga batu bara yang berkelanjutan menjadi momentum yang berhasil  dioptimalkan ABM. Tahun lalu, kinerja perusahaan tumbuh secara positif dan tahun ini kami optimis hasilnya akan lebih baik lagi,” ujar Andi.

Sebagai pelaku usaha ABM menyadari bahwa kehadirannya tidak hanya mencari keuntungan bisnis semata, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Komitmen ABM dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.

Andi mengatakan, ABM terus mengasah kemampuan sumber daya manusia internal serta pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar operasional perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility. Selain itu, ABM juga memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengingat kondisi lingkungan yang baik akan berdampak langsung dan positif terhadap kelangsungan operasi-operasi ABM di semua lokasi.

Di ajang yang sama, PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) selaku anak usaha ABM juga berhasil meraih penghargaan dengan kategori Silver. Penghargaan tersebut diraih atas Laporan Keberlanjutan Reswara 2017 yang berjudul “Menambang dengan Nilai”. Laporan tersebut menyajikan informasi mengenai upaya-upaya konsisten perusahaan dan anak usahanya yakni PT Tunas Inti Abadi, PT Mifa Bersaudara, dan PT Bara Energi Lestari dalam menjalankan operasi yang berkelanjutan di bidang pertambangan.

"Hasil ini sebagai bukti bahwa ABM bersama anak usaha terus bersinergi untuk terus tumbuh dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi segenap pemangku kepentingan," tutup Andi. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button