MEGA PROJECT
Trending

Adaro Incar Proyek PLTS Skala Besar

Adaro Incar Proyek PLTS Skala Besar
PLTS Milik Adaro

Listrik Indonesia | Emiten pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Tbk, melalui entitas usahanya PT Adaro Power terus mengembangkan bisnis energi terbarukan. Tak tanggung-tanggung Adaro Power mengincar proyek-proyek pembangkit listrik tenaga surya berskala besar.

 

Direktur Utama PT Adaro Power Dharma Djojonegoro mengatakan, saat ini Adaro aktif mengikuti tender yang digelar oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berbasis EBT, dan swasta atau proyek sendiri. Tak hanya itu, Adaro Power juga sudah membangun PLTS untuk mendukung kebutuhan listrik internalnya dengan memasang PLTS  atap di area coal processing and barging load di Kelanis, Kalimantan Tengah berkapasitas 130 kWp.

 

Kemudian PLTS tersebut dilakukan penambahan kapasitas menjadi total 597 kWp dengan PLTS terapung yang keduanya akan mengurangi penggunaan BBM diesel untuk genset sehingga akan sangat ramah bagi lingkungan.

 

“Dua PLTS ini dengan total kapasitas 727 kWp, untuk saat ini PLTS terapung terbesar di Indonesia. Tapi ini masih digunakan untuk keperluan tambang kita,” ujar Dharma kepada Listrik Indonesia.

 

Adaro juga sudah menyelesaikan studi kelayakan untuk pengembangan PLTS di dekat wilayah tambang perseroan, dan sedang menjajaki pengembangan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik di salah satu instalasi pengolahan air bersih milik Adaro.

 

Alasan memilih PLTS sebagai pengembangan bisnisnya. Pasalnya, kata Dharma, saat ini PLTU sudah kesulitan dalam pencarian pembiayaan.  Bank-Bank di berbagai Negara seperti di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang bahkan China tidak lagi membuka pembiayaan untuk berinvestasi di energi fosil.

 

“Iya benar inti bisnis kita adalah batu bara, memang menjadi nilai tambah bagi kita dengan membangun PLTU. Tetapi saat ini dunia menekan pengurangan penggunaan batu bara untuk keperluan tenaga listrik. Sehingga kesulitan dalam mencari pembiayaan untuk investasi. Kita bisa lihat juga perusahaanperusahaan energi di dunia juga mulai meninggalkan investasi pembangkit fosil dan beralih ke energi terbarukan,” terangnya.

 

Adaro Power bermain di industry PLTS. Pihaknya mengincar pangsa pasar skala besar. Namun katanya, para pemain lokal masih memiliki hambatan di dalam iklim bisnis berskala besar ini. Pasalnya, proyek-proyek besar yang datang dari PLN mempunyai persayaratan tender yang dinilai sangat ketat untuk proyek PLTS skala besar, di mana pada tahap Pre-Qualification (PQ) mengharuskan memiliki pengalaman membangun dan mengembangkan PLTS skala besar.

 

Sedangkan, kata Dharma, pemain lokal masih minim pengalaman terhadap pengembangan PLTS skala besar.

“Ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi perusahaan lokal seperti kami. Di beberapa tender EBT terakhir yang dilakukan PLN dan anak perusahaannya, PQ-nya sangat ketat sehingga tidak satupun perusahaan Indonesia lolos. Padahal kita sebagai perusahaan lokal tentunya sangat ingin ikut berpartisipasi dalam transformasi Indonesia menuju renewables,” ungkapnya.

 

“Sejatinya kami siap menggarap proyek PLTS Skala besar. Katakan kalau kita dikasih kesempatan menggarap proyek Skala besar, besok pun kita kerjakan,” tegasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button