Kebutuhan Hidrogen Diprediksi Mencapai 32 Juta Ton per Tahun pada 2060

Senin, 04 Desember 2023 | 13:51:11 WIB
Permintaan hidrogen Indonesia pada 2060 diperkirakan mencapai 32 juta ton per tahun.

Listrik Indonesia | Profesor Riset Bidang Teknologi Proses Elektrokimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani mengungkapkan permintaan hidrogen Indonesia pada 2060 diperkirakan mencapai 32 juta ton per tahun. Hal tersebut ia ungkapkan saat diwawancarai, Selasa (28/11/2023)

“Nah, dari proyeksi ke depan itu perkiraan 2060 itu demand hidrogen kita sekitar 32 juta ton per tahun, nah, ini bisa dihasilkan dari manapun, perkiraan baru segitu ya, kalau ini bertambah ya mudah2an bisa ada pertumbuhan industri yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Sektor transportasi diprediksi menjadi sektor dengan permintaan terbesar, yakni hampir mencapai hampir 50%. Sementara permintaan lainnya, bisa berasal dari penggunaan pembangkit listrik.

“Jadi prediksi kita penggunaan nantinya ke depan adalah di sektor transportasi itu hampir 50%, nah, dari seluruh hidrogen ya, hidrogen yg lainnya digunakan untuk misalnya power generation, co firing PLN, co firing PLTU nya PLN itu, lalu untuk industri tadi pupuk, itu bisa muncul demand nya dari situ” katanya.

Sebagai informasi tambahan, co-firing adalah praktik penggunaan dua bahan bakar bersamaan dalam proses pembangkit listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sejalan dengan upaya tersebut, PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan 21 Unit Green Hydrogen Plant PLN yang berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Priok, Jakarta Utara, Senin (20/11/2023).

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara, Darmawan Prasodjo mengungkapkan Unit Green Hydrogen yang baru memiliki kapasitas produksi hidrogen yang lebih besar dibandingkan yang sebelumnya diresmikan pada bulan lalu. 

“Nah kalo dulu, kapasitasnya 51 ton dengan yg bisa acces capacity sekitar 41-43 ton, kita bisa meningkatkan menjadi 191 ton dengan ada yang bisa acces capacity 124 ton, artinya, tadinya hanya 150 mobil hydrogen bisa meningkat menjadi 424,” ungkapnya.

Salah satu poin penting yang diungkapkan dalam peresmian ini adalah PLN bekerja sama dengan BRIN berencana untuk membangun pilot project ekosistem base transportation.

Pilot project ekosistem base transportation akan dibangun di berbagai lokasi, namun lokasi pertama yang akan dibangun berlokasi di Senayan.

“Nah tentu saja tadi sudah ada paparannya, pertama akan dibangun di senayan, tapi juga akan dibangun green hydrogen refueling station di berbagai lokasi, sehingga nanti bisa dibangun ekosistem transport yang berbasis pada green hydrogen,” katanya.

Tags

Terkini