Gibran Singgung Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Hijau, Mungkinkah?

Sabtu, 23 Desember 2023 | 12:00:00 WIB
Cawapres pasangan calon nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan visi misi di arena debat Cawapres, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).

Listrik Indonesia | Cawapres pasangan calon nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan bahwa Indonesia bisa menguasai energi hijau di dunia dengan terus mengembangkan berbagai energi hijau. Hal tersebut ia sampaikan saat menyampaikan visi misinya di arena debat Cawapres, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).

"Saya juga berkeyakinan suatu saat nanti Indonesia akan menjadi raja energi hijau dunia, dengan terus mengembangkan biodiesel, bioavtur dari sawit, bioetanol dari tebu, sekaligus kemandirian gula," ungkapnya.

Mengkonfirmasi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sebelumnya pernah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang yang sangat besar, yakni 3.687 gigawatt (GW). Dari total tersebut, potensi energi surya menjadi yang terbesar mencapai 3.294 GW. Hal tersebut ia ungkapkan pada penyelenggaraan Energy Transition Council (ETC) Ministerial: Uniting Leaders, Catalyzing Finance, Empowering Clean Energy, rangkaian COP 28 Dubai

Sebagai contoh, Pembangkit Listrik Tenaga Surya cirata memiliki kapasitas 145 Megawatt, sehingga PLTS Cirata menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Menyadari perlunya pemanfaatan potensi energi terbarukan, baru-baru ini kami mencapai tonggak sejarah baru dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata dengan kapasitas 145 Megawatt, yang terbesar di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Dalam sektor otomotif, Indonesia kini tengah mengadopsi bahan bakar berbasis energi terbarukan, termasuk penggunaan biodiesel sebagai salah satu alternatif. Pada bulan Februari 2023, Indonesia telah mencapai pencampuran biodiesel sebesar B35, yang merupakan gabungan dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel, dengan 35% crude palm oil (CPO) sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar.

Pada bulan Juli yang lalu, Pertamina secara resmi memasarkan produk bahan bakar baru, yaitu Pertamax Green 95, yang terdiri dari campuran Pertamax dan bioetanol sebanyak 5%. 

Dalam laman resminya, untuk mendukung pasokan bahan baku bioetanol yang berkelanjutan, Pertamina menjalin kerjasama dengan PT Energi Agro Nusantara, sebuah anak usaha dari PT Perkebunan Nusantara X. Bahan baku ini dihasilkan dari molases tebu yang mengalami proses menjadi etanol fuel.

Pertamina, melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, menyatakan komitmennya untuk merinci visi hilirisasi lebih lanjut. 

Menurut Gibran, langkah-langkah ini tidak hanya terbatas pada hilirisasi tambang, tetapi juga melibatkan hilirisasi pada sektor pertanian, perikanan, digital, dan aspek lainnya. Gibran menegaskan bahwa rencana ini adalah kelanjutan dari usaha yang telah ditempuh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama periode kepemimpinannya.

"Kita akan lanjutkan hilirisasi. Bukan hanya hilirisasi tambang saja, tapi juga hilirisasi pertanian, hilirisasi perikanan, hilirisasi digital, dan lain-lain," pungkasnya.

Tags

Terkini