Bahan Baku Baterai Listrik Lithium Ditemukan di Indonesia, Luhut: Jaga Kekompakan!

Kamis, 28 Desember 2023 | 14:29:18 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan berpesan agar menjaga kekompakan bangsa beriringan dengan ditemukannya kandungan lithium di Indonesia.

Listrik Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan penemuan lithium yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan dalam konferensi pers Program Kerja Kemenko Marves Tahun 2023 beserta Capaian dan Hasil Evaluasinya, dikutip Kamis (28/12/2023).

"Saya baru dapat laporan kemarin ditemukan sumber litium yang besar sekali di Indonesia," ungkapnya, meskipun tidak merinci secara pasti besaran dan lokasi sumber lithium yang dimaksud.

Indonesia memerlukan lithium sebagai bahan baku untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. Untuk mewujudkan proyek baterai kendaraan listrik, Indonesia berencana menjalin kerja sama dengan Australia sebagai pemasok lithium.

"Pemerintah yang akan datang PR banyak banget. Tadinya kita lithium ini yang paling takut, kita mau cari dari Australia. Kita sekarang punya lithium dan sumbernya besar sekali. Saya ingin sampaikan jaga kekompakanlah," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin mengungkapkan terdapat perusahaan asing yang tertarik mengelola lithium di Indonesia. Kandungan lithium tersebut berlokasi di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Namun, ia tidak memberi tahu nama perusahaan yang dimaksud. Hal tersebut ia ungkapkan di Jakarta, Kamis (07/12/2023).

"Ada dari internasional (perusahaan yang tertarik di Bledug Kuwu)," ungkapnya.

Kajian terhadap kandungan lithium di Bledug Kuwu sebelumnya pernah dilakukan, namun penelitian tersebut sempat berhenti akibat wabah Covid-19 dan akan dilanjutkan pada tahun ini.

"Sebenarnya kajian Bledug Kuwu sejak 2020, terputus Covid kita lanjut tahun ini 2023 dan menghasilkan beberapa hasil yang menggembirakan," katanya.

Mineral lithium saat ini sangat penting untuk kemajuan industri baterai kendaraan listrik. Ia memproyeksikan bahwa permintaan lithium akan naik 42 kali lipat seiring dengan masifnya penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Kalau dulu mungkin barangnya ada tapi harganya kan komoditas naik hari ini, kita lihat berapa potensi yang ada hari ini termasuk di Kalimantan, di Babel, di Sumatera, termasuk di Bledug Kuwu. Mungkin dulu gak dilihat tapi hari ini semua pakai baterai listrik segala macam mobil pakai," pungkasnya.

Tags

Terkini